- Home
- Lingkungan
- Kabupaten Meranti Jadi Pusat Penanaman Pohon di Riau
Kabupaten Meranti Jadi Pusat Penanaman Pohon di Riau
Jumat, 13 Desember 2013 15:47 WIB
MERANTI - Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, dipercaya menjadi pusat kegiatan penanaman satu miliar pohon tingkat Provinsi Riau, dalam upaya memulihkan kembali kondisi lingkungan yang rusak akibat alih fungsi lahan dan keperluan lainnya.
"Kabupaten Meranti serius dalam menggalakkan program lingkungan hijau dan sehat sehingga ditunjuk sebagai tuan rumah gerakan penanaman pohon," kata Sekretaris Provinsi Riau H Zaini Ismail yang membuka kegiatan tersebut di Selatpanjang, Kamis.
Hadir pada acara itu Kadishut Provinsi Riau H Zulkifli Yusuf , Bupati Kepulauan Meranti Irwan, Wabup Kepulauan Meranti Masrul Kasmy, Kapolres AKBP Z Pandra A dan sejumlah Bupati dan Walikota di Provinsi Riau, anggota DPRD Kepulauan Meranti, para Kepala SKPD dan Kepala Desa di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Pada kegiatan itu sedikitnya 5.000 batang pohon campuran yang terdiri dari tanaman penghijauan MTS (Multiple Trees Species) dan 100 pohon cinderamata dari Gubernur Riau dan pejabat di lingkungan Pemprov Riau, serta sumbangan dari PT Riau Andalan Pulp and Papper (RAPP), sebelumnya telah dipersiapkan untuk kegiatan tersebut.
Zaini pada kesempatan itu mengharapkan kegiatan itu mampu meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam melakukan gerakan penghijauan. Gerakan itu juga dalam rangka mendukung program nasional untuk mengurangi emisi gas karbon, rumah kaca dan pemanasan global.
Menurutnya, pelaksanaan konservasi harus mengikutkan masyarakat, agar mereka dapat mengetahui fungsi dan manfaat hutan demi meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran. Kegiatan ini juga bertujuan mendukung ketahanan pangan, energi dan air. ¿Ini juga menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat Riau cinta lingkungan,¿ tuturnya.
Ditegaskannya gerakan itu dimaksudkan sebagai titik tolak kesadaran untuk menyelamatkan kehidupan. Ini secara tidak langsung akan berefek pada peningkatan ekonomi hijau masyarakat yang pada akhirnya mengarah kepada kualitas hidup.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pergerakan Harga Minyak Sawit Dunia Mengalami Fluktuasi pada Awal Februari 2026
-
Lingkungan
Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Mempura, Masyarakat Diminta Waspada
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Hukrim
Polisi Kehutanan Gakkum Riau Usut Jaringan Pembunuh Gajah Sumatera di Blok Ukui
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner

