- Home
- Lingkungan
- Kualitas Udara di Dumai dan Pelalawan Sangat Berbahaya
Kualitas Udara di Dumai dan Pelalawan Sangat Berbahaya
Minggu, 23 Februari 2014 11:59 WIB
PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Dumai terus memburuk akibat asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan. Bahkan, Jumat (21/2) kualitas udara di Dumai masuk dalam kategori berbahaya.
Pemerintah Kota Dumai melalui Kantor Lingkungan Hidup (KLH) sendiri mengimbau warga untuk mewaspadainya. Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara ambien oleh KLH menggunakan alat minivol airmetrics (untuk parameter PM 10) diperoleh konsentrasi PM 10 (particulat molecular 10) mencapai 552 microgram permeter kubik dengan ISPU 452.
"Pengukuran ISPU tadi pagi (kemarin, red) hingga pukul 08.00 WIB-09.00 WIB kualitas udara pada ISPU berada pada rentang 300 ke atas. Artinya tingkat kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan serius pada populasi,’’ terang Kepala KLH Kota Dumai Basri, kemarin.
Menurutnya, kualitas udara cenderung memburuk pada waktu malam dan pagi hari. Dengan ketebalan partikel asap sangat pekat dan membuat pengguna sepeda motor terhalang jarak pandangnya.
"Pengguna motor di jalan raya kami lihat masih banyak yang belum memakai masker. Padahal kabut asap saat ini sudah mulai parah. Karena itu kami imbau bagi warga yang melakukan aktivitas di luar untuk terus memakai masker supaya tidak menghirup udara berasap ini,’’ imbau Basri.
Sementara di Kabupaten Pelalawan, Pemkab masih menerapkan kebijakan untuk meliburkan sekolah hingga beberapa hari ke depan. Kabut asap tebal telah menyelimuti seluruh wilayah di Kabupaten Pelalawan sejak sepekan terakhir dan berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat.
Kadiskes Pelalawan, dr Endid Romo Pratiknyo melalui Kabid P2PL dr Raffles kepada Riau Pos menjelaskan, dampak kabut asap telah menyebabkan meningkatnya penderita ISPA.
"Setiap hari warga terjangkit ISPA terus bertambah. Per 21 Februari dilaporkan 1.659 orang menderita ISPA," kata Raffles. Selain itu, kata dia, ada penyebaran penyakit iritasi kulit sebanyak 44 kasus.
Kemudian iritasi mata 88 kasus dan asma sebanyak 47 kasus. Data yang ada, Pangkalan Kuras 399 kasus, Pangkalankerinci 319 kasus, Kualakampar 276 dan Kerumutan 179 kasus.
Sementara itu, Bupati Pelalawan HM Harris menyebutkan, kian parahnya kondisi kabut asap tebal di Pelalawan ini, maka Pemkab Pelalawan telah mengambil kebijakan untuk meliburkan aktivitas sekolah terhitung mulai 21-25 Februari.
"Memang kondisi kabut asap yang kian tebal di Pelalawan ini semakin hari semakin parah. Sehingga telah berdampak mengganggu kesehatan masyarakat dan menimbulkan berbagai macam penyakit," jelasnya.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

