• Home
  • Lingkungan
  • Masalah Perbatasan Pelalawan-Siak Dituntaskan Bertahap

Masalah Perbatasan Pelalawan-Siak Dituntaskan Bertahap

Jumat, 20 Maret 2015 08:04 WIB
PELALAWAN - Pemerintah Kabupaten Pelalawan berusaha menyelesaikan permasalahan tapal batas Kabupaten Pelalawan dengan Kabupaten Siak. Penyelesaian tapal batas dua daerah bertetangga ini dilakukan secara bertahap.

"Seperti di SP 5 Desa Bukit Agung sudah kita selesaikan. Selanjutnya, mengarah ke Pekanbaru. Kemungkinan dalam waktu dekat kita selesaikan kasus di Desa Delik mengarah ke SP9 yang saat ini sedang di mediasi provinsi sebagai penengah," kata Asisten I Setdakab Pelalawan, Hadi Penandio, kepada wartawan di Pangkalan Kerinci, Kamis (9/3/2015). 

Katanya, penyelesaian masalah tapal batas memang memakan waktu cukup lama. Pasalnya, upaya penyelesaikan harus melibatkan pihak ketiga, yakni Pemprov Riau sebagai penengah. 

"Biasanya, memang memakan waktu lama, karena sebelum ditetapkan batas wilayahnya. Masing-masing kabupaten yang berbatasan pasti mengajukan batas wilayah mereka yang diklaim masuk wilayah mereka ke pemprov," ungkapnya.

Terkait sekolah yang dibangun Pemkab Pelalawan di Desa Selik Dusun Delima Jaya, Hadi mengaku tidak mengetahui persoalan itu dan ia menyarankan untuk menanyakan langsung ke Dinas Pendidikan (Disdik) Pelalawan. 

Terpisah, Kadisdik Pelalawan, MD Rizal mengaku selama ini memang sekolah itu dibangun Pemkab Pelalawan, begitu juga dengan gaji guru yang mengajar. Sedangkan anak didik di sekolah itu kebanyakan berasal dari Kabupaten Siak. 

"Itu tidak masalah. Saat ini, kita sepakat dengan Disdik Siak ingin yang terbaik. Sehingga tidak menelantarkan anak-anak yang menjalankan pendidikan di sekolah itu," terangnya seraya mengaku sudah melakukan tukar guling aset juga sudah.

"Sekarang tinggal menunggu proses pemindahan guru saja. Mau ikut Siak silakan dan mau ikut Pelalawan juga tak masalah. Yang jelas, semuanya kita upayakan yang terbaik dengan memberikan kemudahan bagi guru untuk memilih. Sedangkan proses belajar mengajar masih berjalan seperti biasa," tutupnya. 

(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar