Menhut LH Siti Nurbaya Pimpin Rapat Karhutla Riau

Senin, 16 Februari 2015 19:10 WIB
PEKANBARU - Menteri Lingkungan Hidup (LH) dan Kehutanan Republik Indonesia Siti Nurbaya pimpin rapat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau.

Dalam rapat yang diikuti para Bupati/Walikota se Provinsi Riau dan pihak-pihak terkait lainnya tersbut berlangsung di Balai Pelangi gedung Daerah Provinsi Riau, Senin (16/2).

Saat itu juga dilakukan Peluncuran Rencana aksi pencegahan Karhutla di Provinsi Riau oleh Menteri LH dan Kehutanan Siti Nurbaya. Kegiatan itu ditandai dengan penyerahan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 tahun 215 tentang rencana aksi penanggunalan Karhutla kepada Bupati/Walikota se Riau.

Siti Nurbaya menyambut baik langkah yang dilakukan Provinsi Riau ini, karena dalam beberapa hari terakhir, kondisi udara di wilayah Provinsi Riau melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang berada diwilayah Provinsi Riau sudah menunjukkan pada kondisi sedang.

"Dari laporan, ISPU di Pekanbaru, Petapahan, Dumai, dan Duri  menunjukkan ISPU nya sudah dalam kategori sedang, ini tentu harus kita atasi segera agar status ISPU nya tidak meningkat lagi," katanya.

Siti Nurbaya menyebut bahwa langkah cepat atau antisipasi sejak dini terhadap Karhutla oleh Pemprov Riau ini merupakan suatu yang diharapkan bisa mengubah kondisi Riau yang dalam kurun waktu 17 tahun terakhir terus diselimuti asap yang berdampak sangat tidak baik bagi kesehatan masyarakat.

"Ini adalah langkah yang baik dan kami hargai. Memberikan lingkungan yang bersih dan sehat adalah hak konstisional rakyat, untuk itulah kita terus berupaya menyelesaikannya melalui bekerjasama dengan berbagai pihak," kata buk Menteri.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman,  menyebut kalau perlu adanya niat dan komitmen semua pihak dalam melakukan pencegahan Karhutla ini, perlu keseriusan, dan jangan setengah-setengah.

"Berbagai upaya selama ini telah dilakukan, namun belum efektif, karena itu perlu dilakukan kegiatan yang lebih baik lagi, seperti rencana aksi yang memuat 9 rekomendasi, dan 16 rencana aksi dalam menangani Karhutla ini," pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Plt Gubernu berharap masalah Karhutla di Provinsi Riau tidak akan terulang lagi tahun ini, karena itu, peran semua pihak, baik itu Pemerintah pusat, Kabupaten dan Kota dan pihak perusahaan sangat diharapkan.

"Kejadian Karhutla yang terjadi sekitar 17 tahun belakangan kita harapkan tidak terjadi lagi tahun ini, mudah-mudahan Riau bisa segera terbebas dari persoalan kabut asap,"ungkapnya. 

(wil/wil)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar