• Home
  • Lingkungan
  • Meski Hujan, Kabut Asap Masih Ganggu Penerbangan Bandara SSK II Pekanbaru

Meski Hujan, Kabut Asap Masih Ganggu Penerbangan Bandara SSK II Pekanbaru

Sabtu, 05 September 2015 11:45 WIB
PEKANBARU - Kendati huja sudah membasahi bumi di beberapa wilayah Riau, buka berati kabut asap akibat dampak kebakaran hutan dan lahan menghilang. Kabut asap masih saja ada dan mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Sabtu (5/9/15) pagi.

Airport Duty Manager Bandara Sultan Syarih Kasim (SSK) II Pekanbaru, Ibnu Hasan, mengatakan bahwa pagi ini kondisi udara dan jarak pandan di Bandara SSK II Pekanbaru tak separah hari-hari sebelumnya. Akibat dampak kabut asap itu jarak pandang berada pada kisaran 700 meter.

"Untuk pagi ini kondisinya lebih baik dibanding kemarin. Jarak pandang mencapai tujuhratus meter. Tapi, kita dari Otoritas bandara akan selalu waspada dan mengatur waktu jadwal penerbangan yang benar-benar bisa aman dan tidak membahayakan keselamatan penumpang," katanya.

Meskipun jarak pandang relatif baik, namun belum seluruh aktifitas penerbangan berjalan normal. Untuk keberangkatan tidak ada masalah. Dua pesawat yang menginap di Bandara SSK II sudah berangkat. Adapun dua pesawat yang menginap di Bandara SSK II Pekanbaru Lion Air dan Garuda tujuan Jakarta.

Sementara untuk kedatangan yang masih terhambat. Sampai pukul 7.20 WIB belum ada konfirmasi pesawat yang berangkat dari bandara asal. Padahal, mestinya ada Citilink, Garuda dan Lion Air dari Jakarta. Juga ada Air Asia dari Bandung. Semua masih menunggu perkembangan jarak pandang membaik. 

"Minimal mencapai jarak 1.000 meter. Sampai sekarang belum ada yang menyampaikan konfirmasi keberangkatan dari bandara asal. Padahal, mestinya sudah ada yang mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru ini. Tapi yang jelasnya kami selalu mewaspadai masalah kabut asap ini," jelasnya.

Sedangkan sebagian warga Riau sudah mulai mengungsi ke tempat yang aman. Mengingat kondisi udara akibat pencemaran asap kebakaran hutan sudah sangat mengkhawatirkan.
Zainul Ahsan (35), salah satu warga Pekanbaru yang mengungsikan keluarganya mengaku saat miris melihat kondisi anak dan istrinya yang mulai sakit akibat polusi udara.

"Istri dan anak saya Zafara (1), sudah saya ungsikan ke wilayah Sibolga, Sumatera Utara tempat orangtua saya. Ini saya lakukan karena sangat khawatir dengan mereka akibat kabut asap ini," kata Zainul.

Pengusaha ayam potong ini sebenarnya ingin mengungsikan keluarganya ke Medan Sumatera Utara, yang merupakan kampung halaman istrinya. Namun, karena di Medan kondisi udaranya sudah parah, dia mengungsikan ke tempat yang lebih baik.

"Biasanya kalau musim asap saya bawa anak istri saya ke Medan tempat mertua. Tapi karena di Medan juga parah terpaksa saya pindah ke tempat yang lebih baik. Karena ketika saya telefon orangtua di Sibolga kondisinya baik, maka saya bawa ke Sibolga," tambahnya.

Susanto, warga Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru juga menyatakan sudah membawa anaknya ke Asahan, Sumatera Utara jauh-jauh hari.

"Kalau saya sudah bawa anak saya tiga hari lalu. Ini saya lakukan karena saya lihat kondisi tidak ada perkembangan. Makanya saya ungsikan mereka. Sepupu saya bernama Candra juga sudah mengungsikan keluarganya. Mereka kemarin berangkat sama dengan saya ke Asahan," kata ayah empat orang ini.

(rdk/rtc/okz)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Karhutla
Komentar