• Home
  • Lingkungan
  • Musim Kebakaran Lahan, Ratusan Warga Dumai Zikir dan Doa Bersama Minta Hujan

Musim Kebakaran Lahan, Ratusan Warga Dumai Zikir dan Doa Bersama Minta Hujan

Senin, 07 Maret 2016 19:01 WIB
DUMAI - Ratusan masyarakat Kota Dumai melaksanakan zikir dan doa bersama untuk meminta hujan. Pasalnya sudah sepekan tidak diguyur hujan dan ditambah jumlah titik api akibat kebakaran lahan terus bermunculan. Bahkan hingga kini kebakaran lahan di Kelurahan Tanjung Palas dan Mudam belum bisa dipadamkan.

Adapun lokasi tempat pelaksanaan zikir dan doa bersama secara langsung dilaksanakan di halaman Bandara Pinang Kampai, Senin (7/3/16) dan dipimpin Ustad Lukman Syarif. Mereka tampak khusyuk berdoa bersama dan berharap agar Kota Dumai segera di guyur hujan sehingga mampu membantu pemadaman api kebakaran lahan yang sedang berlangsung.

Usaia zikir dan doa bersama dalam rangka meminta hujan, Dandim 0320 Dumai, Letkol (Kav) Rendra Adrian Siagian meminta kepada seluruh personel gabungan mesti berupaya optimal saat melakukan pemadaman kebakaran lahan dan tetap bekerjasama dengan masyarakat setempat. 

"Kita mesti ajak masyarakat untuk bekerjasama, sehingga proses pemadaman bisa maksimal. Apalagi kondisi dilapangan menuju lokasi kebakaran lahan sulit dilalui. Itulah kunci utamanya, antara personel gabungan dan masyarakat harus bekerjasama untuk melakukan pemadaman lahan terbakar," ujar Rendra.

Sementara untuk Kualitas udara di Kota Dumai, terpantau mulai tercemar dengan kemunculan kabut asap dampak dari kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang mulai marak belakangan ini. Kemunculan kabut asap sisa kebakaran lahan itu mulai kelihatan menjelang malam hari.

"Kabut asap ini baru nampak tapi sudah langsung pekat malam tadi, dan kita berharap jangan sampai berlangsung lama karena sangat merugikan dan menganggu aktivitas sehari hari," kata Raudhah Tussofa, ibu satu anak ini kepada media.

Menurut dia, kabut asap telah menutupi pemandangan malam hari di ruas jalan Kota Dumai karena sangat tebal, dan ini membuat banyak masyarakat kaget dan tidak siap dengan kondisi udara tercemar tersebut.

Para pengendara sepeda motor di jalan raya terlihat masih banyak yang tidak memakai kain pembatas hidung atau masker karena kabut asap mendadak muncul menyelimuti daerah ini, di duga dibawa oleh angin. "Mata jadi perih dan berair karena kabut asap di jalan sangat pekat," ujarnya.

Dia berharap supaya kabut asap ini secepatnya dapat diatasi agar kesehatan lingkungan terjaga dan masyarakat tidak diserang berbagai penyakit akibat kualitas udara memburuk dampak dari kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di wilayah Kota Dumai.

(rdk/one)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Karhutla
Komentar