Pasca CPO Tumpah, Tanggungjawab PT IBP Dipertanyakan

Kamis, 25 Desember 2014 17:44 WIB
Ribuan warga Kecamatan Sungai Sembilan berbondong-bondong mengutip ribuan ton minyak CPO milik perusahaan PT.IBP yang tumpah kelingkungan dari empat tangki timbun.
DUMAI : Hampir sebulan kejadian tumpahan minyak CPO milik PT Inti Benua Perkasatama di Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan berlalu. Hingga saat ini sikap moral dan tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat setempat tidak ada sama sekali.

Hal itu diutarakan tiga pemuka masyarakat setempat meliputi Burhan, RT4, RT 3, RT 2 kepada sejumlah awak media, Kamis (25/12/14) sore. Mereka mengharapkan adanya tindaklanjut dari perusahaan PT IBP dalam bentuk sikap yang jelas.

Urai mereka menegaskan, saat ini dampak tumpahan minyak sawit olahan perusahaan tersebut sangat dikeluhkan warga. Seperti nyamuk kian berkembang dilingkungan. Begitu juga air parit tak bisa lagi bisa dipakai, serta halaman bahkan kebun mereka juga terdampak.

"Kami tidak bisa lagi menggunakan air parit karena sudah tercemar saat tumpahan minyak waktu tangki timbun mereka tumbang 15 November lalu itu. Sampai kini, air Jalan Rimbun Jalan Alahair dan Jalan Nelayan, sumur warga sudah tak bisa dipakai, halaman, kebun, terkena dampaknya," sebut Burhan.

Mereka mengakui masalah tersebut sudah pernah dimediasi oleh jajaran Pemerintah Kota Dumai khususnya Kecamatan Sungaisembilan. Hanya saja, sampai saat ini tidak ada sikap moral pihak perusahaan terhadap masyarakat setempat.

"Kami mempertanyakan bagaimana tanggung jawab moral perusahaan IBP, aturan kan jelas mengatur seperti UU nomor 5 tahun 1984 tentang industri dan lingkungan, UU PPLH nomor 9 tahun 2010 menyangkut pengelolaan lingkungan," paparnya.

"Intinya kita pertanyakan tanggungjawab perusahaan. Masyarakat terdampak gatal-gatal begitu air parit yangs empat tercemar digunakan," tambahnya.

Sebelumnya melalui anggota DPRD Dapil Sungaisembilan, Yusman warga setempat sudah menyampaikan hal tersebut untuk ditindaklanjuti. Bahkan Komisi III juga sudah pernah turun kelokasi.

"Kini kami minta kejelasan bentuk tanggung jawab perusahaan, apakah akan diganti rugi atau bagaimana. Soalnya eksesnya sangat dirasakan masyarakat sekitar," tambah Burhan.

(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar