- Home
- Lingkungan
- Pelayanan Listrik PLN dan BUMD Tuah Sekato Pelalawan Kian Amburadul
Pelayanan Listrik PLN dan BUMD Tuah Sekato Pelalawan Kian Amburadul
Rabu, 26 Maret 2014 14:29 WIB
PELALAWAN - Pelayanan dua instansi penyuplai listrik PLN dan BUMD Tuah Sekata sepajang sebulan terakhir ini semakin kacau balau. Sepertinya, dua penyedia daya listrik hanya pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa menyusul buruknya arus sentrum kerumah warga.
Tak ingin diserang oleh konsumen, alih-alih dua instansi ini hanya mencari jalur selamat. Jalur aman yang ditempuh hampir menyalahkan, pembangkit daya yang mereka beli dari Riau Power Energi (RPE) atau anak perusahaan RAPP yang membidangi listrik.
Setiap kali, listrik padam secara tidak beraturan, baik itu PLN maupun BUMD, kedua instansi ini menyebutkan itu akibat kerusakan disalah satu ataupun disejumlah turbin pembangkit milik RPE tersebut. Guna menyejukkan, hati para komsumen dari segala bentuk kutukan merekapun, menyebut turbin milik RPE ini dalam proses mantenen alias perbaikan.
Jelas jawaban yang mereka sampaikan itu hanya mencari, jalur aman, ataupun mencari selamat, atau setidaknya, disalahkan sepenuhnya oleh para konsumen. Justru alasan ini adalah sebuah alasan klasik yang diucapkan juga sebelumnya, ketika kondisi listrik kacau-balau.
Praktis fakta dilapangan, akibat listrik byar-pet atau hidup mati ini, menyebabkan, usaha kecil yang ditekuni masyarakat terganggu total. Sebut saja usaha berskala kecil ini, misalnya, loundry, pangkas rambut, bengkel las sangat mengeluhkan persoalan ini.
Bahkan akibat byar-pet ini menyebabkan usaha kecil-kecilan masyarakat terancam bangkrut. Persoalannya, pemilik usaha mengaku sebagian melakukan peminjaman modal disejumlah finance ataupun Bank. "Kacau jika seperti ini bisa dibuat bangkrut dan menimbulkan hutang," jelas Eti Kusuma (43) salah satu pemilik loundri di Pangkalan Kerinci.
Dilahan pihak, akibat byar-pet ini, kondisi ini malah, membuat konsumen semakin muak karena setiap kali mengeluh tapi tidak mendapatkan jawaban dan solusi yang memuaskan dari pihak terkait.
Bukan hanya itu, dampak dari pemadaman listrik ini juga sangat terlihat jelas contoh nya seperti kegiatan belajar mengajar yang menjadi tidak kondusif ,alat elektronik warga pun rusak . Hal ini harus nya sudah menjadi perhatian khusus bagi pihak-pihak yang berwenang untuk menyelesaikan masalah listrik yang kian lama semakin tidak menemukan titik.
Baik itu BUMD dan PLN, hanya menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen, tanpa memberikan solusi yang cepat. Misalnya, Kepala PLN Pangkalan Kerinci, Afrizal menyampaikan pada pesan berantainya melalui broadcast BBM berbunyi Assalammualaikum WrWb, Mhn maaf sehubungan dgn kondisi Turbin di PT. RPE dlm gangguan, sehingga menyebabkan pemadaman tdk terencana tk daerah Kerinci Kota sekitarnya.
Untuk kami atas nama Manajement PT. PLN Ryn Pkl Kerinci mhn MAAF krn ketidaknyaman ini. Ats perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih, tulis pernyataan maafnya.
Ditempat terpisah Corporate Communications Head PT RAPP, Djarot Handoko mengatakan, sehubungan dengan adanya maintenance dan beberapa perbaikan teknis pada pembangkit listrik RPE, maka terjadi beberapa kali pemadaman singkat. Tim Teknis telah melakukan perbaikan dan pemantauan, diharapkan listrik akan kembali normal, jawaban resmi dari pihak RAPP.***(Febri Sugiono)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

