Pelindo Ingkar Janji, Warga Dumai Kota Goro Sendiri

Senin, 23 Maret 2015 21:19 WIB
DUMAI - Meresa kecewa karena terlah dinilai ingkar janji yang dilakukan PT. Pelindo Cabang I Dumai, masyarakat yang berada di Kelurahan Dumai Kota turun kelapangan dan malaksanakan gotong royong (Goro) sendiri, Senin (23/3/15).

Camat Dumai Kota bersama Lurah Dumai Kota, Ketua LPMK Dumai Kota, Ketua RT se-Dumai Kota beserta masyarakat Kelurahan Dumai Kota meninjau langsung kelapangan guna melihat pengerjaan drainase yang dilakukan Pelindo Dumai.

Kemudian mengenai penyiraman jalan yang sesuai kesepakatan seharusnya dilakukan disepanjang jalan operasional PT. Pelindo tersebut guna menindaklanjuti hasil dari kesepakatan bersama yang dibuat sejak tahun 2013 silam.

Selain didampingi Camat Dumai Kota Budi Hasnul serta Lurah Dumai kota Agus Gunawan, masyarakat Dumai Kota juga didampingi langsung oleh Manager Umum PT.Pelindo I Cabang Dumai Azrul, Manager Teknik PT.Pelindo Bernes, serta Humas PT.Pelindo Hendri.

Dalam tinjauannya kelapangan, banyak ditemui yang tidak sesuai kesepakatan diantaranya tidak adanya penyiraman jalan yang dilakukan oleh PT.Pelindo I Cabang Dumai dan drainase yang dibangun PT.Pelindo I Cabang Dumai juga dinilai tidak sesuai kesepakatan.

Dalam kesepakatan beberapa tahun lalu dijelaskan bahwa harusnya panjang drainase tersebut 1,5 meter dan kedalamnya menyesuaikan dengan bahu jalan, namun nyatanya saat dijumpai dilapangan ternyata panjang drainase hanya lebih kurang 1 meter dan air tidak mengalir hingga ke laut.

Selain itu juga, di dalam drainase tersebut banyak didapati sampah-sampah yang tidak dibersihkan sehingga membuat aliran air menjadi semakin terhambat.

Timo Kipda salah seorang perwakilan masyarakat Kelurahan Dumai Kota mengatakan, bahwa memang PT.Pelindo telah melakukan apa yang diminta oleh masyarakat dengan membangun drainase di areal operasional PT.Pelindo, namun pengerjaannya hanya asal jadi.

"Seharusnya air mengalir kelaut, tapi nayatanya saat dilapangan dijumpai bahwa air tidak mengalir kelaut melainkan hanya tergenang di depan PT.Ivo Mas Tunggal, apa ini yang dinamakan sudah selesai pengerjaannya," tanya Timo Kipda.

Selain itu, dalam kesepakatan disebutkan bahwa Pihak PT.Pelindo akan menyirami debu disepanjang Jalan Datuk Laksamana disetiap harinya dan mengikis tanah yang telah menumpuk disepanjang jalan tersebut, namun kenyataan nya tidak terealisasi. 

"Kita akui pihak PT.Pelindo memang ada menyirami jalan dari Gate 1 sampai Gate 2, namun penyiramannya tidak berlangsung lama, hanya hitungan minggu, selebihnya tidak ada dilakukan perjanjian tersebut," katanya.

Setelah melakukan peninjauan dilapangan, seluruh masyarakat Kelurahan Dumai Kota kembali menuju Kantor Camat Dumai Kota untuk melakukan rapat dan kesepakatan bersama.

Manager Tekhnik PT.Pelindo I Cabang Dumai Bernas Nababan, meminta dan memohon maaf atas kelalaian yaang telah dilakukan dan berjanji akan segera menyelesaikan kesepakatan dengan warga Kelurahan Dumai Kota.

"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Dumai Kota, atas apa yang sudah kita lihat dilapangan tadi, saya berani mengatakan semuanya sudah selesai karena dari pihak kontraktornya mengatakan sudah selesai semua dan tidak ada kendala," katanya.

Namun pada kenyataannya dilapangan, lanjut Bernas malah didapati seperti itu dan tidak sesuai dengan yang diinginkan, dan saya sudah memanggil pihak kebersihan dan kontraktor untuk mempertanggungjawabkan ini semua.

"Untuk penyiraman debu disepanjang Jalan Datuk Laksamana akan tetap lanjutkan sebagaimana mestinya. Penyiraman debu akan tetap kami yang akan melakukannya, karena kami sudah melakukan penandatangan kontrak kerja dengan pihak ketiga," katanya.

Menaggapi hal itu, Timo Kipda mengatakan untuk penyiraman jalan disepanjang area gate 1 dan gate 2 akan dilakukan oleh masyarakat. "Tidak usah dari PT.Pelindo lagi, karena kami sudah bosan dijanji-janjikan terus oleh PT.Pelindo tetapi tidak sesuai dengan kenyataannya," katanya.

Dijelaskan Timo Kipda, di Kelurahan Dumai Kota terdapat 15 RT dan disetiap RT nantinya akan mengerahkan masa sebanyak 100 orang untuk melakukan gotong royong bersama dengan tema 'Dumai Kota Tanpa Debu'

Sementara untuk tanggalnya masih akan dilakukan rapat lanjutan, apakah hari Rabu atau hari Sabtu goro tersebut akan dilakukan bersama dan nantinya kita juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian, Lanal dan Kodim. 

"Nantinya selama goro berlangsung, seluruh kendaraan dari PT.Pelindo dilarang keluar masuk disepanjang Jalan Datuk Laksamana, tetapi untuk kendaraan umum tidak masalah untuk lewat," katanya.

Nantinya, lanjut Timo, kita juga akan melakukan koordinasi dengan Dishub melalui Terminal Barang untuk tidak memperbolehkan kendaraan menuju pelabuhan untuk lewat selama goro dilakukan.

"Dikhawatirkan nanti kalau mobik tangki keluar dari terminal barang dan goro masih berlangsung mereka akan tertahan di sepanjang jalan datuk laksamana dan ini juga akan mengganggu lalu lintas, karena aktivitas mobil tangki perhari dapat mencapai 500 mobil perharinya," pungkasnya.

(adi/adi/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar