- Home
- Lingkungan
- Pemprov Riau Lanjutkan Pembangunan Jembatan Siak IV
Pemprov Riau Lanjutkan Pembangunan Jembatan Siak IV
Jumat, 05 Desember 2014 17:32 WIB
PEKANBARU : Pemprov Riau akan segera melanjutkan pembangunan Jembatan Siak IV di Kota Pekanbaru, yang sebelum dihentikan pada awal tahun ini karena diduga ada penyalahgunaan dana pembangunan sehingga dilakukan audit terhadap proyek infrastruktur itu.
"Audit sudah selesai, kami meminta hasil audit agar bisa dilanjutkan, agar dianggarkan untuk kelanjutannya," kata Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Zaini Ismail, kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat.
Ia mengatakan, pembangunan proyek tersebut akan dilanjutkan pada tahun depan lewat penganggaran di APBD 2015. Sebabnya, ia mengatakan, tidak mungkin memaksakan pengerjaan pada tahun ini dengan waktu yang tersisa sangat mepet.
"Kegiatan pembangunan yang tertunda dapat dilanjutklan 2015, begitu juga kegiatan yang semestinya dijalankan tahun ini diharapkan dapat dilanjutkan lagi," katanya.
Sebelumnya, Annas Maamun yang saat itu masih aktif sebagai Gubernur Riau meminta proyek Jembatan Siak IV di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, untuk dihentikan sementara. Annas beralasan ada kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Alhasil, konstruksi jembatan yang sudah berdiri tegak dan tinggal membangun bagian yang akan menyebangi Sungai Siak "mangkrak" karena proses pengerjaan berhenti total berbulan-bulan.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Riau, Safril Buchori mengatakan pembangunan Jembatan siak IV akan dilanjutkan menggunakan anggaran APBD Perubahan tahun 2015 mendatang. Sebabnya, ia mengatakan proyek tersebut terlambat dimasukan ke APBD murni 2015.
"Waktu itu tidak mungkin dianggarkan di APBD murni 2015 karena masih dalam tahap audit," ujarnya.
Ia mengatakan proyek Jembatan Siak IV masih membutuhkan dana sekitar Rp80 miliar untuk pembangunan hingga rampung. Namun, ia khawatir jumlah tersebut akan "membengkak" karena belum menghitung kenaikan harga bahan material setelah kenaikan harga BBM bersubsidi.
"Kalau angka kekurangannya itu Rp80 miliar, tapi diperkirakan angka itu akan bertambah karena bahan material bisa naik," ujarnya.
(ant/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Lingkungan
Sejarah dan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Lingkungan
Pelatihan Pengelolaan Pohon Menjadi Langkah Pekanbaru Wujudkan Kota Ramah Lingkungan
-
Hukrim
Kapolres Dumai Tindaklanjuti Aktivitas Illegal Logging Hutan Senepis
-
Lingkungan
Link Download Logo Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

