• Home
  • Lingkungan
  • Pendemo Sampah Dipersilahkan Masuk ke Halaman Kantor Walikota Pekanbaru

Pendemo Sampah Dipersilahkan Masuk ke Halaman Kantor Walikota Pekanbaru

Selasa, 14 Juni 2016 13:20 WIB
PEKANBARU - ‎Keteguhan hati seluruh massa aksi demo untuk berjumpa langsung dengan orang nomor satu di Pekanbaru Firdaus ST MT membuahkan hasil positif. Seluruh aksi massa diperbolehkan masuk ke halaman kantor Walikota Pekanbaru.

Setelah masuk, seluruh masa aksi disambut Plt Asisten III kota Pekanbaru, Azharisman Rozie sembari menunggu kedatangan Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT, Selasa (14/6/16) siang.

Azharisman Rozie menjelaskan bahwa Walikota Pekanbaru ‎ sedang ada rapat digedung Sirindit jalan Deponegoro. Dirinya mengaku bahwa dirinya langsung diintruksikan Walikota Pekanbaru untuk menerima seluruh aspirasi para buruh.

"Sampaikan aspirasinya, saya janji akan semua aspirasi kalian akan sampai ke Walikota Pekanbaru," ungkap Plt Asisten III, Azharisman Rozie.

Menanggapi, Koordinator Aksi Demo, Satrio menegaskan bahwa pihaknya tetap teguh ingin berjumpa dengan Walikota Pekanbaru untuk menyampaikan aspirasi dan keluh kesah mereka.

"Biarkanlah kami menunggu sampai sore, asalkan berjumpa langsung dengan Walikota Pekanbaru. Kami ini puasa, tapi tekat kami tetap satu yakni jumpa Walikota Pekanbaru, Firdaus ST.MT," pungkasnya.

Ancam Serakkan Sampah

Seluruh massa yang melaksanakan demo di depan Kantor Walikota Pekanbaru tidak juga diizinkan masuk dan bahkan perwakilan dari Pemko Pekanbaru juga tidak ada yang menemui massa aksi. 

Akibatnya, seluruh massa aksi melakukan blokade Jalan Soedirman ‎selama 10 menit dan menyiapkan dua truk Fuso yang berisikan sampah siap untuk ditumpahkan di pintu masuk kantor Walikota Pekanbaru. 

"Kami hanya menuntut hak kami, jangan halangi kami, pak polisi, pak satpol PP izinkan kami masuk, kalau tidak kami akan melakukan tindakan yang menjurus anarkis. Ini menyangkut hak kami," tegas para buruh. 

Berdasarkan pantauan dilapangan, ratusan aksi buruh membuat kemacetan panjang dijalan Soedirman. Hingga kini, aksi ancaman dan masa aksi masih bertahan di depan kantor Walikota Pekanbaru.

Pecat Kadis DKP Pekanbaru

Ratusan aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pekanbaru dan Buruh PT. MIG mendatangi kantor Walikota Pekanbaru menuntut pembayaran gaji pekerja yang sudah dua bulan menunggak.

Dengan menunggaknya pembayaran gaji pekerja itu, membuat sampah di Kota Pekanbaru dua pekan terakhir terlihat kumuh. Tidak hanya itu, pendemo juga mendesak Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dipecat.
 
"Ada indikasi Kepala DKP sengaja tidak mau membayar gaji pekerja, sehingga menimbulkan persoalan sampah yang menyusahkan semua pihak menjadi menumpuk," kata Satrio Rachmanzan, Koordinator Aksi dari HMI Pekanbaru.

"Kami kader-kader HMI Pekanbaru membantu para pekerja mendapatkan haknya. Bayar gaji mereka atau Kadis DKP dipecat dari jabatannya," teriak Satrio Rachmanzan, dalam orasinya di depan Kantor Walikota Pekanbaru. 

Dikatakan Satrio, sampah sudah menjadi masalah sangat serius karena tak diangkut. Hal itu terjadi karena hak para pekerja berupa gaji sudah dua bulan tidak dibayarkan oleh instansi terkait. 

"Hari ini, kami rela meninggalkan kuliah demi membantu para pekerja PT MIG mendapatkan haknya. Bayar gaji pekerja sekarang juga!" teriak aktivis HMI lainnya yang disahut pekik semangat para pendemo. 

Sampai saat ini aksi demo tersebut masih berlangsung di luar pagar gerbang Kantor Walikota Pekanbaru. Belum ada pejabat yang menemui mereka. Sementara pengamanan dilakukan cukup ketat.‎

(rdk/adi) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar