- Home
- Lingkungan
- Penderita ISPA 346 Orang Selama Musim Kabut Asap Melanda Dumai
Penderita ISPA 346 Orang Selama Musim Kabut Asap Melanda Dumai
Jumat, 04 September 2015 11:14 WIB
DUMAI - Musibah kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi beberapa hari belakangan ini menambah jumlah penderita saluran infeksi penafasan atas (ISPA) di Kota Dumai. Sesuai data dari Dinas Kesehatan setempat penderita penyakit penfasan itu sebanyak 346 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Paisal, mengatakan sejak kondisi udara tercemar kabut asap penderita sakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) meningkat dalam tiga hari belakangan ini. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas ke luar rumah.
"Sejak tiga hari belakangan pihak medis banyak menerima keluhan masyarakat karena mengalami gangguan pernafasan, iritasi mata, dan kulit. Kami dari pemerintah langsung tanggap dan turun ke lapangan guna membagikan masker gratis kepada pengguna jalan raya dan anak sekolah," ujar Paisal, Jumat (4/9/15).
Menurut mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai ini, jumlah tersebut dihimpun dari semua pelayanan kesehatan yang ada di kecamatan. Kasus tersebut tentunya jauh lebih banyak dari hari-hari biasanya. Dan dipastikan jumlah tersebut bisa bertambah jika kondisi kabut asap masih menyelimuti daerah ini.
"Kami bisa memastikan jumlah itu masih bisa bertambah ke depan. Sebab, hari ini saja kondisi cuaca masih terselimuti kabut asap. Selain ISPA, kami juga menangani berbagai kasus akibat kualitas udara berkabut asap, seperti pneumoni, asma, iritasi mata dan kulit. Kami juga mengintruksikan petugas medis berikan pelayanan maksimal," ucapnya.
Pada kesempatan sebelumnya, kualitas udara di Kota Dumai beberapa hari belakangan ini mulai memburuk dan cukup membahaya kesehatan manusia yang beraktivitas diluar rumah akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan baik dari daerah ini maupun kiriman.
Menindaklanjuti buruknya kualitas udara akibat kabut asap, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Kesehatan Kota Dumai membagikan sebanyak 8.000 masker gratis kepada masyarakat pengguna jalan raya maupun ke sekolah yang ada di seputaran perkotaan.
Ketua PMI Dumai, Said Mustafa, melalui Sekretaris Markas PMI Kota Dumai, Lilik Dwi, mengatakan bahwa kondisi udara di daerah ini cukup membahaya kesehatan manusia. Oleh karena itu, pihaknya langsung menggelar aksi membagikan masker gratis kepada masyarakat.
"Pembagian 3.000 masker merupakan langkah pencegahan agar masyarakat khususnya anak-anak sekolah tidak terjangkit dan terhindar dari ISPA. Karena anak sekolah khususnya ditingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar sangat rentan terjangkit ISPA," katanya, Kamis (3/9/15) kemarin.
Lilik juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengurangi aktifitasnya di luar rumah, karena adanya kondisi udara yang kurang sehat dan berbahaya itu sangat membahayakan kesehatan manusia. Jikapun memang diharuskan dan perlu keluar rumah, keluarlah seperlunya saja, dan gunakan masker.
"Pembagian masker ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh PMI pada saat terjadinya bencana kabut asap yang memang terjadi setiap tahunnya pada musim kemarau seperti ini. Dengan pembagian masker ini kami berharap dapat mengurangi terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan," harapnya.
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Paisal, mengatakan pemberian masker gratis ini adalah langkah tanggap Pemerintah Kota Dumai kepada masyarakatnya agar terhindar dari penyakit saluran pernafasan dikala musim kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan terjadi pada setiap tahunnya.
"Kita dari pemerintah menyediakan sebanyak 5.000 masker gratis yang sudah dibagikan kepada masyarakat umum. Langkah ini dapat mengantisipasi dampak dari kabut asap seperti ISPA yang menyerang kesehatan masyarakat," kata mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai.
Sementara menurut laporan dari Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai, kata Paisal, kualitas udara di Kota Dumai pada pagi hari ini masuk level berbahaya. Atas dasar itu Pemko Dumai melalui Dinas Kesehatan Kota Dumai membagikan 5.000 lembar masker garatis kepada masyarakat.
"Pembagian 5.000 masker gratis merupakan langkah pencegahan agar masyarakat khususnya anak-anak sekolah, lansia dan ibu hamil tidak terjangkit ISPA. Kabut asap kebakaran hutan dan lahan jika terhirup kedalam tubuh dapat menyebabkan gangguan kesehatan pernafasan seperti ISPA," jelasnya.
Paisal, juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Dumai untuk memperbanyak mengonsumsi air putih jika sering melakukan aktivitas di luar rumah dan tidak lupa menggunakan masker sebagai pelindung agar tidak terhirup kabut asap tercampur partikel sisa kebakaran hutan dan lahan.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
5 Pesan Danrem 031 Wirabima Cegah Karhutla di Pelalawan
-
Lingkungan
Dinas LHK Riau Ungkap Penyebab Kebakaran Lahan Gambut
-
Hukrim
Polres Rohul Ringkus Tiga Pelaku Pembakar Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi
-
Lingkungan
Satgas Karlahut Riau Berhasil Padamkan Kebakaran di Dumai dan Siak
-
Lingkungan
BMKG Pekanbaru Catat Ratusan Hotspot Terdeteksi di 11 Kabupaten dan Kota
-
Lingkungan
Satgas Karhutla Riau Padamkan Kebakaran Pulau Rupat dan Lubuk Gaung

