• Home
  • Lingkungan
  • Perusahaan Wilmar Group Sosialisasi Budi Daya Kebun Sawit di Siak

Perusahaan Wilmar Group Sosialisasi Budi Daya Kebun Sawit di Siak

Kamis, 17 November 2016 17:41 WIB
Wilmar Group menggelar road show pembinaan perkebunan swadaya dalam rangka pengembangan budi daya kebun kelapa sawit yang mandiri dan berkesinambungan. Sejumlah petani antusias mengikuti acara ini.
SIAK - Perusahaan Wilmar Group menggelar road show pembinaan perkebunan swadaya dalam rangka pengembangan budi daya kebun kelapa sawit yang mandiri dan berkesinambungan, Kamis (17/11/16) bertepatan di PT Siak Prima Sakti (SPS) di Kecamatan Kotogasib, Kabupaten Siak. 

Sosialisasi program yang berlangsung di mess tersebut, cukup disambut baik para petani kelapa sawit yang ada. Turut hadir dalam acara tersebut yakni Manager PT SPS Simson Parapat diwakili Didik Yuda Asisten Manager, Budi Eka Darma Kepala Tata Usaha. Dr Rahmad Adiwiganda, Manager resort developman (RDP) PT Wilmar Cemikal Indonesia (WCI), July Head Marketing PT WCI Regional Riau, Cincin Head Unit Wilmar Pekanbaru, Benny SW HR Regional Riau.

Dalam pemaparan salah satu nara sumber yakni Yudi Satriadi Manager Swistebenelity Wilmar Group, mengungkapkan bahwa di Provinsi Riau petani kelapa sawit masih banyak yang menggunakan bibit palsu sehingga memperlambat dan memperkecil hasil produksi. Untuk itu dianjurkan dalam pembelian bibit yang bersertifikasi ISPO.

"Dari beberapa sumber menyebutkan, di Riau masih banyak yang menggunakan bibit palsu atau bibit yang tidak memiliki sertipikasi, sehingga pertumbuhan sawit tidak normal dan hasil tidak maksimal," terangnya.

Selain itu, ia juga menerangkan ciri-ciri bibit palsu atau kecambah palsu yakni, tempurung lebih tipis, permukaan biji kasar dan kotor, persentasi kematian saat tanam tinggi, pertumbuhan bibit tidak seragam. Dan pertumbuhan lambat saat panen.

Dalam pengembangan budi daya kebun kelapa sawit ini juga diuraikan faktor-faktor mempengaruhi tanaman dan hasil produksi diantaranya yakni, bahan tanaman, sinar matahari, kecukupan air, unsur hara, hama dan penyakit, iklim, pemupukan, kerapatan tanam, jenis tanah.

"Tentunya untuk menghasilkan produksi dan tanam, maka diperlukan bibit atau kecambah yang bersertifikasi dan hal ini juga dianjurkan dari Pemerintah melalui Dirjenbun, bibit yang berstandar ISPO," ujar Yudi.

Yudi juga mengungkapkan beberapa macam solusi mengatasi persoalan yang dapat mempengaruhi tanaman dan hasil panen kepala sawit tersebut, termasuk juga tanaman pendamping atau kacangan yang juga sangat diperlukan.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Wilmar
Komentar