• Home
  • Lingkungan
  • Puluhan Hektare Kebun Warga Taksik Putri Puyu Ludes Terbakar

Puluhan Hektare Kebun Warga Taksik Putri Puyu Ludes Terbakar

Minggu, 23 Februari 2014 13:24 WIB

TASIKPUTRIPUYU - Kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) di wilayah Kepulauan meranti tak kunjung berakhir , bahkan Sabtu (22/2/14) malam kemarin  karhutla kembali melanda kebun sagu dan kebun karet di Desa Tanjung Pisang Kecamatan Tasik Putri Puyu. 

Saat ini ada tiga desa di kecamatan Tasik Putri Puyu kabupaten Kepaulauan Meranti itu  dilanda kebakaran, diantaranya Desa Mengkirau, Desa mengkopot dan Desa tanjungpisang.

Hingga saat ini di perkiraakan kebakaran  di tiga desa tersebut mencapai puluhan hektar. Masyarakat hanya bisa membatasi lahan yang belum terbakar agar api tidak menjalar. 

Sementara, api terus membesar karena tiupan angin yang kencang apa lagi malam hari. Kami kwatir api akan menjalar sampai kepermukiman warga jika tida segara diatasi.

Hal itu disampaikan Ketua BPD Tanjung Pisang Zizamzul, Sabtu (22/2) malam melalui sambungan selulernya. Kata Zizamzul, malam ini di Tanjung Pisang sedang terjadi kebakaran di lahan kebun sagu masyarakat . 

Sementara itu puluhan hektar kebun karet masyarakat di desa lMengkirau dan Mengkopot  sudah terbakar sejak beberapa hari lalu. Diakui Zizamzul, masyarakat sudah kewalahan memadamkan api, sehingga mereka berinisiatif untuk membuat batasan lahan yang belum terbakar. 

"Meski demikian, lahan yang sudah dibatasi juga kadang-kadang muncul api dilahan yang dibatasi warga tersbut. Karena angin kecang sehingga api dari lahan  terbakar terbang-terbang, sehingga menyeberang jalan dan membakar lahan kebun sagu di sebelah kanan serta kiri jalan," jelasnya.

Kades Tanjung Pisang, Seliyanto, ketika dihubungi mengaku belum tahu persis soal kebakaran itu. Karena pada saat yang bersamaan dirinya sedang berada di wilayah Kecamatan Pulau Merbau untuk menghadiri pesta pernikahan pamannya. 

Namun, setelah mendapat kabar terjadi kebakaran di desanya, Sabtu malam itu juga Seliyanto bergegas pulang dan meninggalkan pesta pernikahan itu.
   
Camat Tasik Putri Puyu, Fakhrurrozi SSos,saat di hubungi melalui selulernya  membenarkan adanya kejadian kahutla tersebut. bahwa  menurut Fakhrurozi  kebun warga desa Tanjung Pisang yang ada  di kanan kiri jalan  sebagai sudah juga sudah terbakar dan diperkirakan sekitar 20 hektar lahan dan kebun warga di Tanjung Pisang  ikut terbakar.

"Sedanga di Desa Mengkirau sudah mencapai 30 hektar, tapi api berhasil dikendalikan. Selanjutnya, di perbatasan Mengkopot dan Mengkirau yang habis terbakar sekitar 35 hektar. Totalnya lebih kurang 85 hektar lahan dan kebun warga  yang sudah terbakar," sebutnya.

Camat juga mengakui kesulitan saat melakukan Proses pemadaman api karena keterbatasan peralatan, dengan dibantu warga pemadaman dilakukan secara menual mengunakan peratan seadanya. 

Camat mengakui memang cukup sulit memadamkan api, karena sulitnya mendapatkan sumber air di musim Kemarau (panas)  sehingga sumber air sulit di temukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan pekerbunan ( Dishutbun) Kepulauan Meranti Ir Maamun Murod MM MH, mengaku sudah mendapat laporan. Ia juga sudah berkoordinasi dengan banyak pihak. 

"Anggota sudah diarahkan untuk melihat kondisi lahan. Kita akan menangani secara efektif," demikian penjelasanya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar