• Home
  • Lingkungan
  • Pusat Siapkan Pesawat Bom Air Padamkan Karhutla di Riau

Pusat Siapkan Pesawat Bom Air Padamkan Karhutla di Riau

Rabu, 26 Februari 2014 16:03 WIB

JAKARTA - Guna menanggulangi kabut asap akibat pembakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau. Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) akan melakukan hujan buatan dengan cara membom air dari pesawat, dan ini sama seperti tahun sebelumnya saat kabut asap terjadi.

Kabut asap yang melanda Riau hampir satu bulan ini telah membuat warga mengalami sakit ISPA dan jadwal penerbangan terganggu. Kabut asap ini bukan saja terjadi di Riau tapi sudah menjalar ke provinsi tetangga. 

Untuk itulah, kata Sutopo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan pengeboman air untuk mengatasi dan mengantisipasi menyebarnya kabut asap ini.

"BNPB sudah menyiapkan 2 operasi yaitu operasi darat dan udara. Operasi darat kita bekerja sama dengan TNI, Pemda dan Pemprov Riau. Operasi udara kita akan melakukan pengeboman air," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (26/2/14) di Jakarta.

Menurut Sutopo, kabut asap berpotensi terjadi selama musim kemarau, dan bukan saja di Riau tapi di 9 provinsi yang menjadi langganan kebakaran lahan dan hutan. 9 Provinsi tersebut yaitu Sumut, Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim dan Kalimatan Utara.

"Kabut asa ini berpotensi terjadi di bulan April hingga November 2014 dan puncaknya umumnya pada September dan Oktober 2014," ungkapnya.

Saat ini, lanjut Sutopo, berdasarkan pantauan satelit pada 25 Februari 2014 masih banyak titik disejumlah daerah di Riau. "Sampai saat ini kita masih berusaha menyewa pesawat untuk melakukan operasi udara ini," katanya.

Saat ditanya, kapan tepatnya operasi pengeboman air dari udara itu dilakukan. Sutopo belum bisa memastikan kapan, karena harus berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti TNI, dan Pemerintah Provinsi Riau.

"Waktunya belum bisa kita pastikan kapan, karena harus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Tapi secepatnya akan kita lakukan," ujarnya.***(jor)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar