- Home
- Lingkungan
- Ribuan Ikan Ditemukan Mati Mengapung di Sungai Muara Kuku
Ribuan Ikan Ditemukan Mati Mengapung di Sungai Muara Kuku
Sabtu, 01 November 2014 14:29 WIB
KEPENUHAN - Ribuan ikan berbagai jenis mati mengapung di Sungai Muara Kuku, Kecamatan Kepenuhan pada Jumat (31/10/14).
Fenomena alam itu mengejutkan warga Desa Kepenuhan Barat Mulia, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sekitar pukul 08.00 WIB.
Belum diketahui penyebab ribuan ikan mati di Sungai Muara Kuku, termasuk seekor biawak. Meski demikian, warga setempat menduga ada limbah dari salah satu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di hulu yang mencemari sungai setempat.
Menemukan banyak ikan mati, warga Kepenuhan Barat Mulia dan warga Desa Kepenuhan Barat, pada Jumat pagi hingga petang ikut memungut ikan mati. Bahkan ada yang sampai membawa goni dan ember sebagai tempatnya.
Sebagian warga mengakui ikan mati mendadak itu akan dikonsumsi. Namun, bagi warga lain, mereka lebih menonton. Takut terjadi hal-hal tidak diinginkan.
Warga mengakui Sungai Muara Kuku biasa mereka gunakan untuk mandi, mencuci dan sumber air bersih. Santri Pondok Pesantren Nizammudin juga biasa memanfaatkan sumber air mengalir tersebut.
"Sejak Jumat pagi, air sungai tidak bisa lagi dimanfaatkan oleh warga," kata Karman, Jumat malam.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Nizammudin H Zulkifli Said kepada wartawan membenarkan, bahwa kematian ribuan ikan di Sungai Muara Kuku mengejutkan warga.
Diakuinya, warna air sungai telah berubah dan menimbulkan bau limbah. Para santri tidak berani menggunakan air untuk aktivitas. Padahal di hari biasa, sungai itu juga digunakan warga untuk mencuci sepeda motor.
Zulkifli mengungkapkan dia telah melarang para santri agar sementara waktu tidak menggunakan air sungai untuk beraktivitas. Namun menggunakan air sumur di Ponpes mereka.
Kepada wartawan, beberapa warga mengakui petugas dari pemerintah desa setempat dan pihak perusahaan telah turun ke lokasi untuk mengambil sample air yang sudah berwarna kehitam hitaman di Sungai Muara Kuku.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Rohul Juni Syafri melalui Kabid Pembinaan Amdal dan Sumber Daya Zakri Hasjal mengatakan PKS yang beroperasi di Kepenuhan Barat Mulia merupakan milik PT. Era Sawita.
Zakri mengakui PKS Era Sawita telah kantongi izin Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL). Namun, dia tidak memastikan apakah dua dokumen izin telah dilaksanakan dengan baik atau tidak.
Diakuinya, petugas dari BLH Rohul telah turun ke lapangan untuk mengambil sample air sungai yang diduga tercemar. Sample air baru akan dikirim ke Laboratorium Pengujian Dinas Bina Marga Provinsi Riau, Sabtu (1/11/14) besok.***(zal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

