- Home
- Lingkungan
- Temui Pendemo, Plt Gubri Tegaskan Kabut Asap Kiriman
Temui Pendemo, Plt Gubri Tegaskan Kabut Asap Kiriman
Rabu, 09 September 2015 20:23 WIB
PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman temui ratusan massa tergabung dalam Gerakan Rakyat Riau Melawan Asap, demonstrasi di depan kantor gubernur. Mereka terdiri dari gabungan berbagai gabungan organisasi diantaranya KAMMI, Hippmih, BEM Unri, IPMKS, GMPKS, Himarohu, Walhi, Green Peec serta KNPI.
Plt Gubri didampingi Danrem 031/WB Brigjend TNI Nurendi, Kapolda Riau Bambang Dolli Hermawan, Kasatpol PP Riau Zainal Z SH MSi. Dalam tuntutannya, massa meminta agar persoalan asap yang terus berulang hampir setiap tahunnya agar segera dituntaskan.
Plt Gubri saat menanggapi pendemo nyatakan keseriusannya termasuk pihak terkait dalam penanggulangan asap di Riau. Disebutkan, persoalan asap yang masih berkabut di Riau saat ini bukanlah sepenuhnya dari Riau, melainkan karena kiriman dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumatera Selatan.
Hal itu menurut Plt Gubri bisa dilihat dari hotspot yang dipublikasikan Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Tidak hanya itu, titik api di Riau juga jauh lebih sedikit dibanding dua Provinsi Jambi dan Sumsel yang juga terjadi Karlahut.
Luasan lahan yang terbakar juga jaub lebih sedikit, dimana jika 2014 jumlah kawasan terbakar mencapai 22 ribu hektar lebih sementara tahun ini hanya 3400 hektar saja. Plt Gubri mengklaim paparan yang disampaikannya tersebut sebagai langkah maju, dari pada penanganan asap tahun lalu. Diharapkan usaha penanganan asap yang terus dilakukan tim siaga darurat Karlahut bisa lebih dimaksimalkan.
"2014 kita sudah membentuk posko di Lanud Roesmin Nurjadin. Menunjuk Danrem sebagai komandan Satgas Karlahut. Tahun ini terus berkurang luasan kebakaran. Luasan 2014 22 ribu lebih, tahun ini hanya 3400 hektar. Termasuk jumlah hitspot," papar Plt Gubri di depan Rabu (9/9/15).
Meski begitu diakuinya, persoalan asap yang terjadi saat ini sangat berdampak pada kesehatan masyarakat Riau yang telah berjatuhan akibat terkena ISPA. Kemudian lumpuhnya pendidikan dengan diliburkannya anak-anak sekolah termasuk masalah ekonomi.
Ketika Plt Gubri memberikan paparan, terdengar diantara kerumunan yang meminta diberikan pengobatan gratis bagi penderita ISPA akibat kabut asap. "Saya kira gratis," ujar Plt Gubri meyakinkan pendemo.
Pendemo Soroti Kongkalikong Pengusaha, Pemerintah dan Penegak Hukum
Selain itu ratusan massa tergabung dalam Gerakan Rakyat Riau Melawan Asap, demonstrasi di depan kantor gubernur. Mereka terdiri dari gabungan berbagai gabungan organisasi diantaranya KAMMI, Hippmih, BEM Unri, IPMKS, GMPKS, Himarohu, Walhi, Green Peec serta KNPI.
Demo aksi yang dipimpin oleh Rendi Perdana meminta kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman agar tegas dan cepat dalam menuntaskan persoalan asap di Riau. Massa meminta, jika memang tidak mampu menanggulanginya, diminta mundur agar diganti yang lebih cekatan.
"Kalau memang tidak mampu, lebih baik mundur saja sebagai gubernur," kata pendemo saat berorasi.
Berbagai tuntutan disampaikan dalam aksi ini. Mulai mencabut izin perusahaan yang dinilai dengan sengaja membakar lahan dengan tujuan kepentingan pribadi dengan mengorbankan jutaan masyarakat Riau.
Tidak itu saja, massa juga meminta kepada penegak hukum tidak lelet dalam penindakan para pembakar lahan dan hutan. Sikap tegas tersebut menurut massa yang belum dimiliki tanpa adanya kepentingan lain.
Selain itu, massa juga menyoroti kongkalikong antara pengusaha, pemerintah dan penegak hukum. Sementara masyarakat Riau hanya mendapatkan asap yang terus terjadi sejak 18 tahun terakhir.
Berikut tujuh tuntutan yang disampaikan pendemo:
1. Stop monopoli penguasaan lahan dan lahan gambut di Riau.
2. Menindak tegas dan melakukan penegakan hukum terhadap perusahaan pembakar hutan.
3. Melakukan audit, evaluasi dan revisi terhadap izin-izin pemanfaatan lahan oleh perusahaan.
4. Membasahi lahan gambut.
5. Memberikan kompensasi kesehatan akibat asap bagi rakyat Riau gratis tanpa syarat.
6. Segera untuk melakukan evakuasi rakyat Riau korban bencana asap yang telaj sampai pada level bahaya.
7. Cabut izin perusahaan HTI dan perkebunan sawit pembakar hutan dan lahan Riau.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
5 Pesan Danrem 031 Wirabima Cegah Karhutla di Pelalawan
-
Lingkungan
Dinas LHK Riau Ungkap Penyebab Kebakaran Lahan Gambut
-
Hukrim
Polres Rohul Ringkus Tiga Pelaku Pembakar Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi
-
Lingkungan
Satgas Karlahut Riau Berhasil Padamkan Kebakaran di Dumai dan Siak
-
Lingkungan
BMKG Pekanbaru Catat Ratusan Hotspot Terdeteksi di 11 Kabupaten dan Kota
-
Lingkungan
Satgas Karhutla Riau Padamkan Kebakaran Pulau Rupat dan Lubuk Gaung

