Uji Beban Jembatan Siak III Gunakan 15 Truk Barang

Sabtu, 20 Desember 2014 15:36 WIB
PEKANBARU : Setelah melalui proses panjang, uji beban (loading test) Jembatan Siak III akhirnya mulai dilaksanakan. Uji beban langsung diawasi oleh tim ahli Prof Sugeng dan Kepala Balai Jalan dan Jembatan Sutio.

Sebelum uji beban dilakukan, sempat terjadi polemik. Anggota Komisi D DPRD Riau Asri Auzar meminta uji beban dihentikan sementara, mengingat strain gauge alat yang berfungsi untuk mengetahui beban hanger tidak terpasang semua.

"Strain gauge-nya tidak terpasang semua. Ini bahaya. Stop dululah, untuk apa hari ini lancar, besok rubuh," kata Asri Auzar kepada tim teknik loading meter, Sabtu (20/12/14).

Untuk memastikannya, Prof Sugeng yang saat itu belum hadir saat uji beban jembatan akan dimulai, pun diminta secepatnya hadir.

Tidak berapa lama kemudian, Prof Sugeng memastikan uji beban tetap bisa dilaksanakan. Terkait strain gauge yang tidak terpasang semua, dipastikan hanya kesalahpahaman saja.

Sebab dari 38 hanger yang ada di jembatan, 27 hanger yang terpasang dianggap sudah mewakili semua. Yakni dari arah hilir 13 dan hulu 14. Setelah "direstui" Prof Sugeng, Asri Auzar pun lantas meralat pernyataannya terkait permintaan untuk menghentikan uji beban jembatan, karena salah paham.

Hingga saat ini, uji beban jembatan masih dilakukan. 15 truk dengan total 300 ton masih diparkirkan di tengah-tengah jembatan.

15 Truk Uji Beban Jembatan Siak III

Limabelas truk seberat 300 ton sudah standby di atas jembatan Siak III. Dijadwalkan uji beban (loading test) mulai dilakukan usai sholat Zuhur nanti.

Hadir pada uji beban nanti Kepala Balai Jalan dan Jembatan Sutio, serta tim pakar pembangunan jembatan Siak III Prof Sugeng.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Provinsi Riau Marjohan Syarif mengatakan tekhnis uji beban dilakukan dengan menguji kekuatan pondasi dan hanger jembatan dengan truk yang melintasi jembatan. 

Kemudian, nantinya 15 truk juga akan dibiarkan berhenti secara bersamaan tepat di tengah-tengah jembatan. Tim pakar serta pihak berkepentingan lainya akan melakukan pengamatan sejauh mana kekuatan jembatan.

"Tekhnisnya nanti truk satu persatu melintas, kemudian truk juga dibiarkan berhenti. Nanti tim pakar menilai, ini kekuatannya begini, kalau berhenti kekuatannya begini," ungkap Marjohan, Sabtu (20/11/14).

Sayangnya papar Marjohan lagi, uji beban yang sedianya dilaksanakan tadi pagi terkendala menjadi siang disebabkan kabel penguji kekuatan hanger jembatan putus.

"Sedang dilakukan pemasangan. Katanya kabelnya putus, kalau tak dipasang kita tidak tahu pula berapa kekuatan jembatan nantinya," ujarnya. 

(wil/wil)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar