- Home
- Lingkungan
- Walah, 50 Hektar Sawah Petani Gagal Panen di Meranti
Walah, 50 Hektar Sawah Petani Gagal Panen di Meranti
Kamis, 16 Januari 2014 11:56 WIB
SELATPANJANG - Sedikitnya 50 Hektare lahan sawah yang mengalami intrusi air laut cukup tinggi 2013 lalu, mengakibatkan gagal panen. Pemilik sawah yang baru diolah dua tahun berturut-turut itu cukup kecewa dengan kondisi yang merugikan para petani itu.
“Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2014 ini agar membangun sarana dan prasarana pertanian,”ungkap Sanusi, Kepala Dusun Parit Senang, Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir, kemarin.
Diakunya, seluas 50 hektare tanaman padi mereka menjadi korban akibat tingginya dan lamanya air laut merendam tanaman padi itu. Sementara tanggul yang ada sudah rusak, demikian juga dengan keberadaan pintu klep air yang tidak berfungsi maksimal.
Air pasang yang menerobos masuk ke saluran parit dan tidak mampu ditahan oleh pintu air membuat sawah tergenang air asin. Air asin yang menggenangi seluruh tanaman akan segera layu dan mati.
Jangankan tanaman padi, pokok kelapa dan tumbuhan tanaman keras lainnya tidak ada yang mampu bertahan hidup, jika sudah direndam air laut,”ungkap Nusi.
Menurut kadus itu lagi, panjang saluran atau tanggul yang sudah rusak itu sekira 500 meter dan ada 2 pintu klep air yang bisa menahan intrusi air laut jika pasang terjadi. Petani sangat berharap intansi teknis terkait bisa datang meninjau lokasi di Dusun Parit Senang. Dan bisa langsung merecanakan pembangunan.
Sebab jika tidak turun langsung ke lapangan barangkali informasi yang kita sampaikan ini bisa saja dianggap kurang akurat. Untuk itu kepada intansi Pertanian dan Pekerjaan Umum diharapkan datang ke Dusun Parit Senang Desa Kedabu Rapat, untuk menyaksikan sendiri kondisi yang dialami masyarakat selama ini,”sebut Sanusi.
Kepala Dinas Pertanian Peternakan Ketahanan Pangan (DPPK) Kabupaten Kepualuan Meranti melalui Kabid Pertanian Jaka, menjawab Haluan Riau mengatakan pihaknya akan segera turun ke lapangan untukmengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi.
“Setelah melihat atau melakukan survey tersebut, kita akan mengusulkan pembangunan infrastruktur dimaksud.
Kita akan berkunjung ke sana, untuk mengetahui kondisi rill di lapangan. Sebab gangguan alam berupa tingginya intrusi air laut yang masuk ke daerah pertanian menjadi salah stu persoalan pokok yang dialami oleh Meranti selama ini.
Namun demikian kata Jaka, pemerintah kabupaten akan terus berupaya mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Sehingga sasaran yang hendak dicapai yakni swasembada beras di tahun-tahun mendatang bisa terwujud,” ujarnya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

