- Home
- Lingkungan
- Warga Bukit Timah Protes Jalan Rusak dengan Tanam Pohon Pisang
Warga Bukit Timah Protes Jalan Rusak dengan Tanam Pohon Pisang
Minggu, 14 Juni 2015 20:13 WIB
DUMAI - Sejumlah warga di Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan melakukan aksi protes terkait kerusakan jalan Abdul Rafkan Kilometer 3. Aksi protes dilakukan dengan menanam batang pohon pisang di sepanjang jalan tersebut, terutama pada titik-titik jalan yang rusak.
"Aksi tanam pohon pisang ini sebagai bentuk protes warga karena jalan Abdul Rafkan yang sudah cukup lama rusak, tidak juga ada perbaikan," kata Iwan, tokoh masyarakat tempatan Minggu pagi (14/6).
Iwan menyatakan, pengajuan perbaikan jalan Karang sudah berkali-kali dilakukan kepada Pemerintah melalui Dinas Bina Marga, namun tidak pernah ada tanggapan sampai saat ini, padahal banyak dari pejabat Pemerintah Kota Dumai maupun Dewan Perwakilan Rakyat yang menjabat kini sempat menjanjikan perbaikan jalan dan pemerataan pembangunan dikampung mereka sebelum terpilih.
"Jalan Abdul Rafkan Kilometer tiga ini termasuk jalan Akses utama ke fasilitas umum yang juga milik Pemerintah, seperti Puskekel, makanya usulan perbaikan kita ajukan ke pejabat terpilih yang memberikan janji. Tapi sampai hari ini nihil, dan kenyataannya mereka memberikan janji hanya untuk mendulang suara," ungkapnya.
Yang lebih ironis, lanjut Iwan, beberapa waktu lalu ada pekerjaan perbaikan jalan dengan pengaspalan, sayangnya bukan untuk perbaikan jalan Abdul Rafkan, melainkan untuk ruas jalan lain yang tidak jauh dari jalan Abdul Rafkan, yang menuju ke arah komplek perumahan Bukit Datuk.
"Warga sudah berharap banyak, proyek pengaspalan itu untuk Jalan Abdul Rafkan. Tapi ternyata proyek itu dilakukan di Jalan yang menuju perumahan Pertamina, tidak jauh dari Jalan Abdul Rafkan. Inilah yang membuat warga kesal dan melakukan protes itu," tegasnya.
Iwan memastikan, aksi yang dilakukan sejak Minggu pagi (14/6) itu murni sebagai bentuk protes terhadap pemerintah agar secepatnya melakukan perbaikan jalan Abdul Rafkan.
"Aksi warga murni sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah. Warga kompak menanam puluhan batang pohon pisang dan setelah itu ditinggalkan. Tidak ada tendensi apapun," pungkasnya.
Dari pantauan dilapangan, para pengendara kendaraan, baik roda dua maupun roda empat tetap berupaya melintasi jalan tersebut, meski di beberapa titik yang rusak ditanami batang pohon pisang, termasuk di depan Puskekel.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Kesehatan
Wawako Dumai Imbau Masyarakat Dukung Program 2 Anak Cukup
-
Ekbis
Walikota Dumai Kumpulkan Pimpinan Perusahaan Industri Sungai Sembilan
-
Sosial
Pemko Dumai Tetapkan Tarif Air Minum

