- Home
- Lingkungan
- Warga dan Pemcam Merbau Datangi Kantor Bupati Meranti
Tapal Batas Tak Tuntas
Warga dan Pemcam Merbau Datangi Kantor Bupati Meranti
Rabu, 10 Desember 2014 18:18 WIB
MERANTI : Sedikitnya puluhan masyarakat Kelurahan Teluk Belitung Kecamatan Merbau datangi kantor Bupati jalan Dorak Selatpanjang, Rabu (10/12).
Kehadiran masyarakat Teluk Belitung kali ini merupakan langkah yang diambil guna mendapat jalan keluar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti untuk menyelesaikan permasalahan tapal batas partisipatif antara Wilayah Teluk Belitung dan konsesinya.
Dimana pada dasarnya wilayah Kelurahan Teluk Belitung tersebut memang tidak masuk pada wilayah konsesi operasional Perusahaan tersebut, namun nyatanya di lapangan tapal Batas Teluk Belitung ini malah telah di kakangi Perusahaan PT. RAPP saat ini.
Sehingga tampa lengah tokoh masyarakat dan Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Merbau mengambil langkah mengharapkan bantuan Pemkab Meranti.
Dikesempatan itu, salah seorang masyarakat Teluk Belitung, Khalid ali saat menyampaikan aspirasinya menengaskan bahwa menjelang penyelesaian tapal batas partisipatif antara kebun masyarakat dengan perusahaan RAPP di tetapkan hendaknya Oprsional PT. RAPP di hentikan sementara.
Terkait dengan isu demo Khalid menyebutkan hal itu jangan di anggap sepele bisa-bisa saja terjadi apa bila Pemkab Meranti melalui dinas terkait tidak merespon keluhan masyarakat, yang penat kami, siang malam di telephone. Bisa-bisa nantinya terjadi demo, ketus Khalid Ali.
Sementara Camat Merbau, Wan Abdul Malik, S PdI mengharapkan agar persoalan ini dapat diselesaikan secepat mungkin. Untuk menyelesaikan masalah ini saya dan Kapolsek (Syahruddin Tanjung,red) sudah lelah, ini persoalan yang menyangkut terhadap kepentingan umum masyarakat.
Camat merbau menilai pihak Kehutanan hanya bicara di atas meja namun tidak turun langsung ke lapangan sehingga apa yang terjadi di lapangan pihak Kehutanan tidak mengetahui secara pasti. Katanya, yang menjadi sasaran Pemerintah Kecamatan dan Kapolsek yang ada di Merbau saat ini, ucap mantan Camat Pulau Merbau itu.
Untuk itu kami sangat berharap kepada tim terpadu tapal batas Kepulauan Meranti melalui Pemkab Meranti yang diwakili Asisten 1 saat ini dipinta agar persoalan ini dapat cepat terselesaikan. Kalau perlu langsung turun ke lapangan untuk meninjau persoalan ini secara dalam lagi, tandasnya.
Selain itu, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Merbau, Abdul Gafar A Ma Pd mengatakan, kita terus mengkroscek di lapangan terkait hal ini sehingga apa yang terjadi di lapangan perusahaan RAPP di duga telah menggarap dan menggali kanal di sekitaran wilayah perkebunan masyarakat KelurahanbTeluk Belitung, pada hal sebagaimana perjanjian awalnya Kelurahan Teluk Belitung tidak masuk dalam wilayah konsesi.
Sebagaimana yang dikatakan Camat tadi kami meminta kepada Pemkab Meranti agar dapat menyelesaikan permasalahan ini secepat mungkin dan tuntas sebagaimana yang diharapkan bersama, ungkap A Gafar.
Menanggapi keluhan masyarakat Teluk Belitung saat itu, Asisten 1 Kepulauan Meranti, Syafril Nawawi menjelaskan kita terima informasi ini menjelang pertemuan selanjutnya yang akan kita laksanakan pada 16 desember 2014 mendatang.
Ia berjanji dalam pertemuan kelanjutan nantinya akan kita hadirkan pihak Perusahaan RAPP, Sejumlah Kepala Desa yang berangkutan, dan masyarakat Teluk Belitung.
Ia berharap agar menyelesaikan permasalahan ini jangan dilakukan dengan melakukan demo. Sebab hal itu tidak menjadi salah satu hal yang bisa menyelesaikan masalah, namun mari kita selesaikan permasalahan ini dengan musyawarah. Andaikan tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah nantinya baru kita serahkan ke pihak hukum.
Namun demikian, Ia juga mengharapkan agar hal tersebut tidak sampai ke pihak hukum karena nantinya yang menang jadi arang dan yang kalah jadi abu. Artinya, lanjut Asisten trsebut bahwa kita semua yang rumit nanti memakai biaya transportasi dan lain sebagainya.
(Riky)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Lingkungan
Sejarah dan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Lingkungan
Pelatihan Pengelolaan Pohon Menjadi Langkah Pekanbaru Wujudkan Kota Ramah Lingkungan
-
Hukrim
Kapolres Dumai Tindaklanjuti Aktivitas Illegal Logging Hutan Senepis
-
Lingkungan
Link Download Logo Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

