• Home
  • Lingkungan
  • Waspada, Kualitas Udara Masuk Level Berbahaya di Dumai

Waspada, Kualitas Udara Masuk Level Berbahaya di Dumai

Selasa, 29 September 2015 19:07 WIB
DUMAI - Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kondisi kualitas udara di Kota Dumai, Selasa (29/9) memasuki level berbahaya yakni tepatnya berada di level 418 PSI dengan status "Berbahaya".

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai, Bambang Surianto, kepada media mengatakan kualitas udara Kota Dumai kembali ke level 'Berbahaya'. Data tersebut didapat saat dilakukannya pengukuran Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) milik PT. Chevron Pacific Indoneaia.

"Hasil pengukuran kualitas udara yang menyelimuti Kota Dumai berada di level 418 PSI dengan status Bahaya. Oleh karena itu kami minta kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat berada di luar rumah," kata Bambang Surianto, Selasa (29/9).

Menurut Bambang, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa daerah disekitar Provinsi Riau dan Kepulauan Sumatera yang menjadi penyebab utama kondisi udara Kota Dumai saat ini diselimuti asap yang cukup pekat.

"Kondisi udara Kota Dumai sudah memasuki tahapan yang sangat berbahaya. Sehingga kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mewaspadai asap ini karena akan sangat menganggu kesehatan,dan hendaklah menggunakan masker jika akan bepergian dan beraktifitas diluar rumah," katanya.

Ditambahkannya, kondisi ini bisa memicu dan menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta gangguan detak jantung yang tentunya akan sangat berbahaya bagi penderita Asma dan gangguan pernapasan lainnya.

"Oleh karena itu kami menyarankan agar seluruh masyarakat Kota Dumai dapat mengenakan masker saat hendak keluar rumah, dan agar dapat mengurangi kegiatan ataupun aktifitas diluar rumah bila tidak terlalu penting," terangnya.

Bambang juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Dumai untuk dapat tidak membuka lahan dengan cara membakarnya, tidak membakar sampah, dan mengurangi menghisap rokok bagi yang merokok. 

"Hal ini sangat penting untuk kita jaga bersama, sebab dengan adanya antisipasi dan pencegahan-pencegahan dini tentunya kita dapat turut berpartisipasi dalam memperbaiki status ataupun kondisi udara Kota Dumai," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai Tengku Izmet mengatakan, sampai saat ini berdasarkan pantauan satelit NOAA Kota Dumai nihil titik api (Hot Spot). 

Sementara berdasarkan pantauan dilapangan, terdapat dua titik api yang ditemukan di daerah Bunga Tanjung Kelurahan Bukit Datuk, namun hal itu tidak menyebabkan kabut asap yang mempengaruhi kualitas udara menjadi berbahaya.

"Pada hari Sabtu dan Minnggu kemarin, anggota kita telah turun kelapangan dan berhasil menemukan dua titik api di Kelurahan Bukit Datuk, namun hal itu tidak menimbulkan asap yang cukup pekat dan api sudah berhasil dipadamkan. Sementara pelaku pembakaran lahan diduga mereka yang membakar lahan untuk bercocok tanam," ungkapnya.

Meski demikian, lanjutnya, berdasarkan pantauan satelit NOAA tidak ditemukan titik api di Kota Dumai. Namun petugas dilapangan tetap eksis dalam bekerja ekstra untuk memantau titik api di lapangan. 

"Anggota kita tetap memantau titik api di lapangan, meski pantauan NOAA Kota Dumai tidak memiliki titik api. Kita tetap memantau di lapangan agar jika ditemukan titik api, maka anggota kita dapat langsung melakukan pemadaman dilapangan," tutupnya. 

(via/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar