- Home
- Lingkungan
- Wilayah Riau Dapat Hujan Buatan Cegah Kebakaran
Wilayah Riau Dapat Hujan Buatan Cegah Kebakaran
Rabu, 18 Februari 2015 18:28 WIB
PEKANBARU - Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau Yulwiriawati Moesa mengatakan pemerintah pusat memberikan bantuan modifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan di daerah di Riau yang mengalami kemarau ekstrem.
"Rencananya, hujan buatan itu akan kita lakukan Jumat pekan ini. Nanti, kita fokuskan di Kabupaten Bengkalis," kata Yulwiriawati kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu.
Ia menjelaskan rencana melakukan hujan buatan merupakan instruksi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya usai meninjau kondisi kebakaran di Riau pada 16 Februari lalu. Pelaksanaan modifikasi cuaca kemungkinan besar akan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Lokasi hujan buatan difokuskan di Bengkalis karena daerah itu mengalami kemarau cukup parah, dan terjadi kebakaran lahan yang cukup parah. Bahkan, pemerintah setempat telah menetapkan status "Siaga Darurat" karena kebakaran di Bengkalis sudah menyebar ke enam kecamatan.
"Semakin kita cepat dalam pencegahan, semoga saja kebakaran tidak meluas dan makin cepat bisa ditanggulangi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin, mengatakan Kabupaten Bengkalis mengalami kemarau yang cukup ekstrem. Berdasarkan prakiraan dengan peta Hari Tanpa Hujan (HTH), Bengkalis diprediksi tidak akan turun hujan selama 30-60 hari ke depan.
"Bahkan, di Bengkalis sudah 35 hari lebih tidak turun hujan. Kondisi di sana sangat kering, dan berpotensi kebakaran apabila dibakar," katanya.
Berdasarkan pencitraan satelit Terra dan Aqua yang terbarui pada pukul 05.00 WIB, jumlah titik panas (hotspot) di Sumatera mencapai 33 titik. Sebanyak 15 titik berada di Riau dan yang paling banyak berada di Bengkalis dengan lima titik.
Sedangkan, sebaran "hotspot" lainnya ada di Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir yang masing-masing ada tiga titik.
"Asap dari kebakaran membuat kualitas udara mulai menurun karena berdasarkan alat pemantau partikel PM10 menunjukan Indeks Standar Pencemaran Udara pada angka 57 atau kategori sedang," ujarnya.
Hanya saja, ia mengatakan sejumlah daerah khususnya di Riau bagian barat hingga selatan masih berpotensi hujan. Hal ini terindikasi dari telah terjadi peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan di Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, Siak, Indragiri Hulu, Pelalawan, dan Kota Pekanbaru.
"Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah tersebut," katanya. Hanya saja, daerah pesisir seperti Bengkalis, Dumai dan Kepulauan Meranti masih minim hujan.
(rdk/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Lingkungan
Sejarah dan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Lingkungan
Pelatihan Pengelolaan Pohon Menjadi Langkah Pekanbaru Wujudkan Kota Ramah Lingkungan
-
Hukrim
Kapolres Dumai Tindaklanjuti Aktivitas Illegal Logging Hutan Senepis
-
Lingkungan
Link Download Logo Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

