• Home
  • Maritim
  • Bangun Peti Kemas, Pelindo Dumai Sediakan Lahan 5 Hektar

Bangun Peti Kemas, Pelindo Dumai Sediakan Lahan 5 Hektar

Senin, 24 Maret 2014 10:17 WIB

DUMAI - Kepala Bagian Humas PT. Pelindo I (persero) Cabang Dumai, Harlem Susanto Purba mengatakan arah pengembangan Pelindo Dumai sudah menuju ke terminal peti kemas. Pasalnya, Pelindo I Cabang Dumai mempunyai fasilitas yang cukup memadai ke arah terminal peti kemas tersebut.

"Ada banyak kelebihan jika Dumai memiliki terminal peti kemas. Karena, relatif lebih aman dari kehilangan barang atau tidak sulit untuk dicuri oleh bajing lompat," kata Harlem.

Dikatakannya, terminal peti kemas merupakan metode terbaik untuk moda transportasi laut. Selain dianggap lebih aman, biaya logistik hingga ke rantai konsumen dari setiap komoditas yang diangkut, baik import maupun eksport serta komoditas bongkar muat relatif lebih murah. Sebab, terminal peti kemas dapat memangkas rantai distribusi bila dibanding dengan terminal curah cair atau curah kering.

"Untuk saat ini, hanya terminal curah cair dan curah kering di Pelindo I Dumai. Areal peti kemas ada sekitar 100 meter, sebagai persediaan jika datang barang-barang melalui peti kemas. Peralatan container crane baru dimiliki satu unit," ujarnya.

Jika dibandingkan dengan Belawan Internasional Container Terminal (BICT), Pelindo Dumai sudah jauh tertinggal. Sebab, terminal peti kemas Belawan sudah dikembangkan sejak tahun 1987 silam. 

Sehingga, di areal Pelindo I, yang membawahi Aceh, Sumatra Utara, Riau dan Kepulauan Riau, BICT memberikan kontribusi terbesar. Apalagi, manajemen BICT dengan Pelindo I Cabang Belawan sudah terpisah.

Menurut Harlem, pengembangan Pelindo Dumai menuju terminal peti kemas sangat memungkinkan. Saat ini, sudah tersedia lahan sebesar lima hektar.

 Terkait komoditas, di Dumai Crude Palm Oil (CPO) sangat mendominasi, bahkan mengalahkan pelabuhan lainnya. Hingga 80 persen, komoditas ekspor dari Dumai adalah CPO, yang biasanya teraslurkan melalui terminal curah cair.

"Untuk curah cair sekalipun, sebaiknya harus menggunakan peti kemas. Karena, sudah ada peti kemas puluhan ton untuk mengangkut komoditas cair, yang efisiensinya sangat terjamin," ujarnya.

Dari segi bisnis, lahan lima hektar memungkinkan untuk mengambil keuntungan yang belipat ganda. Bahkan, lima hektar hanya sebagai pilot project untuk pengembangan pelabuhan tersebut.

Sementara itu, asisten manajer hukum dan humas Irfansyah dan manager operasi BICT Belawan Suryono mengatakan Dumai mempunyai potensi besar untuk mengembangkan pelabuhan ke terminal petikemas.

 Apalagi dengan adanya informasi bahwa ekspor CPO akan dibatasi, sebab, pemerintah Indonesia menuntut pengolahan hilir CPO seharusnya di dalam negeri.

"Inikan salah satu potensi, jika pembatasan itu terjadi. Mau tak mau, asing akan investasi di dalam negeri, sehingga hasil pengolahan CPO yang diekspor. Tentu memerlukan metoda yang efektif dan efisien, satu-satunya memang peti kemas," katanya.

"di Dumai, ada potensi yang sangat mendukung, yaitu dari sentral agrobisnis. Dengan seluas lima hektar sudah mendukung cikal bakal untuk peti kemas," katanya.

Dikatakannya, perkembangan BICT dari tahun ketahun menjadi andalan kontribusi bagi Pelindo I. Dengan areal 30 hektar yang dilengkapi fasilitas container crane, rata-rata 63 ribu box, ukuran hingga 40 ton datang sehari.  

Peralatan container crane tersebut ada enam unit dengan kapasitas 35 ton, dan 5 unit dengan kapasitas 40 ton. Selain itu ada Head truck 43 unit dengan kapasitas 40 ton dan chasis 52 unit dengan kapasitas 40 ton. (*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Maritim
Komentar