• Home
  • Maritim
  • National Marpolex 2014 di Dumai Resmi Ditutup

National Marpolex 2014 di Dumai Resmi Ditutup

Jumat, 20 Juni 2014 17:18 WIB

DUMAI - Simulasi penanganan tumpahan minyak tumpah ke laut (National Marpolex 2014) resmi ditutup. Upacara penutupan Marpolex 2014 berlangsung di Dermaga Kawasan Industri Dumai (KID) Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Jumat (20/6/14) siang.

Bertindak sebagai Inspektur upacara penutupan kegiatan National Marpolex 2014 adalah Direktur KPLP Tri Yuswono. Dalam pemaparannya, Ia mengatakan simulasi tahun 2014 yang mengambil lokasi di Kota Dumai diikuti oleh 500 personel dari berbagai instansi. 

Mulai dari Dirjen Perhubungan Laut Kemnhub, TNI/Polri, Basarnas, Chevron, Pertamina, KID, Pelindo Cabang I Dumai serta instansi vertikal lainnya. Ia mengatakan, sangat penting diadakan simulasi penanganan kejadian di laut, khususnya penanggulangan tumpahan minyak di perairan Dumai. 

"Supaya, penanganan dari tumpahan minyak kelaut dapat dipahami oleh unsur-unsur yang terlibat atas setiap peristiwa. Sekecil apa pun kejadian dapat segera di menimalisir sehingga tidak memberikan dampak kepada kehidupan atau orang lain," katanya.

Ia berharap, dengan simulasi itu, semua permasalahan kapal di perairan Dumai dapat ditangani secara profesional dan lebih cepat. Sehingga, bisa meminimalisasi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan.

"Jadi siapa dan melakukan apa sudah diketahui dengan latihan selama kegiatan. Mulai dari penggulangan, SAR pertolongan korban, penghitungan kerugian dan pemadam sudah dilakukan dengan konteks sungguh-sungguh. Sehingga kejadian tumpahan minyak dapat ditanggulangi segera," kata Tri Yuswono.

Sebagai data tambahan, bahwa Indonesia sangat memperhatikan pentingnya pencegahan pencemaran di laut, karena keamanan dan keselamatan pelayaran di perairan merupakan tanggungjawab pemerintah.

Penegasan itu dikatakan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R Mamahit saat membuka National Marine Pollution Exercise (National Marpolex) 2014 atau simulasi penanggulangan pencemaran akibat tumpahan minyak di laut di Dumai.

Menurutnya, pencemaran laut akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Karena, ini tuntuan masyarakat dunia dan Indonesia, bahwa pencemaran akibat tumpahan minyak di laut sangat membahayakan. 

"Kita semua dituntut untuk memanfaatkan berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada agar penyelenggaraan penanggulangan pencemaran lingkungan yang terjadi dapat diatasi semaksimal mungkin,” ungkap Bobby.

Dijelaskan dirjen, dengan diadakannya kegiatan latihan Penanggulangan Pencemaran Akibat Tumpahan Minyak Dilaut dapat mengurangi serta menekan angka pencemaran lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari, dimulai 18-20 Juni ini dengan 500 peserta dari berbagai instansi terkait, seperti SKK Migas, KSOP, KLH, PT Chevron, Pertamina RU II, Pelindo, PT KID, TNI AL, Pemprov Riau dan Pemko Dumai.

Dipilihnya perairan Dumai sebagai tempat Marpolex yang kesebelas karena lokasinya strategis dan berpotensi terjadinya pencemaran laut akibat banyak perusahaan industri berdiri di pesisir pantai tersebut.

Sebelumnya dilaksanakan di Makassar dan Semarang beberapa bulan lalu. Simulasi ini bertujuan juga untuk menguji coba penanggulangan bencana di laut yang menjadi tanggung jawab berbagai pihak terkait tersebut.

"Kita juga ingin meningkatkan kerjasama dan kemampuan personial diantaanya kemampuan pemadaman kebakaran, pencarian dan penyelamatan, pemulihan pasca musibah serta pengukuran dan klaim terhadap kerusakan lingkungan," pungkasnya.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Maritim
Komentar