Pemko Dumai Gelar Upacara dan Tabur Bunga Hari Pahlawan 2013
Minggu, 10 November 2013 19:37 WIB
DUMAI - Untuk memperingati Hari Pahlawan tahun 2013, Pemerintah Kota Dumai melaksanakan kegiatan upacara bendera memperingati hari pahlawan yang dipusatkan dilapangan eks kantor Walikota jalan HR Soebrantas Dumai, Minggu (10/11). Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Komandan Sat Radar 232 Dumai Mayor Lek Emil Syarif.
Upacara peringatan hari pahlawan dihadiri Walikota Dumai, H. Khairul Anwar, Ketua DPRD Dumai, Zainal Effendi, Sekdako Dumai, H. Said Mustafa, Kepala SKPD dilingkungna Pemko Dumai dan undangan lain dari Unsur Muspida/Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Dumai seperti Kapolres Dumai, AKBP Yudi Kurniawan, Kajari Dumai Eko Siwi Iriani serta tokoh pejuang 45, Veteran dan undangan lainnya. Peserta upacara terdiri dari unsur TNI/Polri, PNS, Mahasiswa, dan Pelajar dikota Dumai.
Dalam amanat upacaranya, Komandan Sat Radar 232 Dumai Mayor Lek Emil Syarif sebagai inspektur upacara membacakan sambutan Menteri Sosial RI yang mengatakan bahwa sejarah telah mencatat bahwa perjuangan untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang saat ini menjadi bangsa berdaulat dan terhormat adalah bukan hadiah atau pemberian dari pihak manapun, tetapi melalui proses perjuangan yang sangat panjang, heroik, dan disertai dengan pengorbanan yang luar biasa dari para pejuang dan para pahlawan pendahulu kita.
Lanjutnya, kita harus memaknai peringatan hari Pahlawan bukan hanya sekedar ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tapi sekaligus sebagai refleksi terhadap keyakinan jati diri bangsa yang bermartabat diinspirasi oleh para pejuang kita yang telah gugur di medan laga.
Komandan Sat Radar 232 Dumai Mayor Lek Emil Syarif juga mengatakan peringatan Hari Pahlawan tahun 2013 mengambil tema "Pahlawanku Idolaku" tema tersebut untuk mengingatkan kembali kepada kita semua dan bagi generasi muda khususnya sebagai penerus cita-cita agar nilai-nilai kejuangan yang telah dibangun tidak boleh dilupakan sampai kapanpun.
Kita semua menyadari bahwa dinamika perubahan yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara saat ini masih menyisakan berbagai permasalahan, seperti kemiskinan, ketelantaran, pengangguran, korban bencana, konflik antar warga dan masalah-masalah lain yang dapat mengganggu kelangsungan keharmonisan berbangsa dan bernegara di semua aspek.
Dan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut kita harus bahu membahu dan bersama-sama melakukan segala upaya agar impian dan harapan menjadi negara Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan sejahtera dapat menjadi kenyataan. Modal sosial yang harus kita perkuat adalah menjaga jati diri sebagai bangsa yang hebat untuk membangun negeri yang lebih kuat, kokoh, dan harmonis didalam bingkai Negera Kesatuan Republik Indonesia.
Kajari Pimpin Tabur Bunga
Usai melaksanakan upacara bendera, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dumai, Eko Siwi Iriani memimpin upacara ziarah/tabur bunga dimakam pahlawan Damai Sentosa dijalan Soekarno-Hatta Kota Dumai Pukul 09.00 WIB
Upacara ziarah/tabur bunga ditandai dengan peletakan karangan bunga di makam pahlawan oleh Kajari Dumai dilanjutkan dengan tabur bunga oleh Walikota Dumai, H. Khairul Anwar diikuti Kajari Dumai, Eko Siwi Iriani, Ketua DPRD Dumai, Zainal Effendi, Komandan Sat Radar 232 Dumai Mayor Lek Emil Syarif, dan undangan lainnya dengan cara menaburkan kembang ke makam pahlawan.
Usai mengikuti upacara ziarah tabur bunga dimakam pahlawan damai sentosa, Walikota Dumai kepada Wartawan mengatakan bahwa 10 Nopember Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Peristiwa bersejarah itu menjadi momen penting mengingat jasa-jasa para pahlawan begitu besar untuk kemerdekaan bangsa ini. Kata Walikota
Lanjutnya, momen sejarah ini mengingatkan kita bahwa kemerdakaan bangsa ini bukan dari hasil pemberian negara lain, tetapi hasil dari jerih payah pahlawan bangsa yang dengan berkorban nyawa untuk negeri tercinta, yaitu Negeri Indonesia.
"Hari ini merupakan Hari di mana para pejuang Indonesia mempertahankan kedaulatan negara yang akan dirampas kembali kemerdekaannya oleh Belanda yang membonceng sekutu di kota Surabaya. Dalam pertempuran yang menewaskan banyak pejuang itu, Bung Karno pernah menyebutnya sebagai sebuah peristiwa heroik dengan semangat macan," terangnya
Dan pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah yang terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol Nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme
Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada 10 November kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan. Hari Pahlawan, sesungguhnya menjadi momen penting bagi semua generasi dan mari, pada momen ini kita tetap menghargai jasa-jasa para pahlawan dengan melakukan yang terbaik bagi bangsa ini. Dan Negeri ini membutuhkan figur para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaaan dan dengan Semangat 10 Nopember mari kita pertahankan NKRI. (die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

