• Home
  • Maritim
  • Tingkatkan Ekonomi, Pemkab Meranti Kembangkan Investasi Udang Windu

Tingkatkan Ekonomi, Pemkab Meranti Kembangkan Investasi Udang Windu

Syawal Sabtu, 22 Juli 2017 15:46 WIB
MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Irwan  akan mengembangkan investasi udang windu di Rangsang Pesisir guna membuka lapangan pekerjaan dan mengentaskan kemiskinan ekonomi masyarakat setempat.

"Saat ini ada beberapa investor yang ingin masuk di Rangsang Pesisir, salah satunya pengusaha udang  berasal dari Lampung, PT. Dipasena yang bergerak di bidang perikanan, budi daya udang windu untuk diekspor ke Eropa dan negara tetangga Malaysia, Singapura," kata  Irwan di Selatpanjang, Sabtu.

Irwan menjelaskan Rangsang Pesisir saat ini salah satu daerah yang cukup miskin. Untuk itu pemerintah akan bekerja keras mempercepat pembangunan infrastruktur agar penduduk miskin setempat semakin berkurang.

"Rangsang Pesisir merupakan Kecamatan paling miskin bersaing dengan Pulau Merbau," ujarnya.

Menurut dia, belakangan ada investor yang tertarik untuk mengolah sumber daya setempat. Mereka   berencana akan membeli lahan masyarakat yang tidak terpakai untuk dijadikan lokasi usaha tambak udang windu.

"Jika itu terwujud tentunya akan banyak membuka lapangan kerja dan otomatis akan mengurangi pengangguran di Rangsang Pesisir," tegasnya.

Karena itu, ujar Bupati, untuk menggesa pembangunan tersebut  maka 2018 dan seterusnya Pemkab Meranti sudah merancang pembangunan jalan dengan anggaran tahun jamak atau Multiyears agar dalam beberapa tahun kedepan semua infrasttuktur jalan sampai ke Tanjung Samak dapat selesai dan diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa.

Karenanya, katanya,  untuk memajukan Kecamatan ini selain membangun infrastruktur juga perlu investasi, dan Rangsang Pesisir sangat berpotensi untuk pengembangan pertanian.

"Potensi ini dapat dijadikan wisata pertanian, yang telah memulai yakni Desa Tenggayun Raya dengan membuat kawasan tujuan wisata perkebunan," tegasnya.

Ia  mengaku bahwa dalam undangan seminar, Pulau Rangsang sering menjadi pembicarakan untuk menjadi kawasan ekonomi terpadu, dimata negara Singapura dan Malaysia sebab daerah ini sangat berpotensi. Bahkan untuk membicarakan potensi pulau ini dia imbuhnya diundang beberapa kali oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia.

Untuk itu Irwan menghimbau masyarakat jangan menjual tanahnya karena seiring perkembangan Rangsang maka harga akan semakin tinggi.

"Ini Pulau masa depan kita jangan sampai ketika Rangsang berkembang masyarakat justru terhalau keluar," ajak Bupati.

Bupati menambahkan dirinya sangat paham semua keinginan masyarakat yang mendambakan  kantor Camat yang bagus, Puskemas dan gedung pemerintahan lainnya.

Saat ini semua itu belum dapat diakomodir bukan karena tidak peduli tetapi karena Kabupaten lebih fokus pada pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat seperti jalan poros, jembatan, listrik serta air bersih. Yang memberikan dampak langsung pada memudahkan akses dan perkembangan ekonomi masyarakat.

"Jika kita bangun gedung kecamatan maka yang bisa menikmati itu hanya orang yang bekerja di kantor itu tetapi kalau kita bangun jalan maka semua masyarakat dapat menikmatinya. Anggaran Rp5 miliar dana membangun kantor kita alihkan untuk membangun jalan bisa berpuluh-puluh kilo," jelas Bupati.

Meski begitu, ketika APBD Meranti semakin baik ditahun yang akan datang, pembangunan gedung pemerintahan di Kecamatan Rangsang Pesisir yang merupakan Kecamatan termuda itu tetap akan menjadi perhatian.

(ant/ant)
Tags Bupati MerantiEkonomi RakyatPemkab MerantiUdang Windu
Komentar