Akbar Tepis Mundur dari Ketua Watim Partai Golkar
Minggu, 01 Februari 2015 14:44 WIB
JAKARTA - Ketua Wantim (Dewan Pertimbangan) DPP Partai Golkar Akbar Tandjung membantah, dirinya mundur dari posisinya sekarang. Dia hanya mengatakan, antara dirinya dengan DPP Partai Golkar terjadi perbedaaan pandangan dalam menyelesaikan konflik di internal partai.
"Saya tidak pernah mengatakan mundur dari ketua Wantim Golkar. Saya mengatakan, ada perbedaaan pandangan antara kami, para pimpinan dan anggota Wantim Partai Golkar hasil Munas Riau 2009 dengan DPP Partai Golkar pimpinan Aburizal Bakrie," kata Akbar kepada wartawan di Jakarta, Jum'at (30/1).
Akbar mengungkapkan, eksponen Wantim Partai Golkar periode 2009-2014 menyarankan agar dalam menyelesaikan konflik internal Partai Golkar antara kubu Aburizal Bakrie dengan Agung Laksono diselesaikan dengan jalan menggelar munas bersama. Namun, DPP Partai Golkar lebih memilih penyelesaian konflik melalui pengadilan. "Mungkin itu perbedaannya," kata Akbar.
Menurut Akbar, dengan mengusulkan munas bersama eksponen Wantim Munas Riau berkeinginan agar konflik dapat diselesaikan segera. Pasalnya, kalau konflik berkepanjangan para kader Golkar di daerah khawatir tidak bisa melakukan persiapan pilkada yang akan akan digelar tahun ini.
"Kalau kita menggelar Munas bersama, saya kira penyelesaiannya tidak akan berlarut larut. Demi kepentingan Partai Golkar ke depan, kita bisa capai kesepakatan bersama," jelasnya menembahkan.
"Tapi kalau ke pengadilan, saya kira akan banyak sekali argumen-argumen yang juga bisa mengulur waktu. Sementara pilkada sudah semakin dekat dan kader Golkar di daerah harus melakukan persiapan," kata mantan ketua DPR ini.
Meski demikian, Akbar mengaku belum mengetahui sejauh mana progres perundingan kedua kubu yang tengah berseteru itu. Sepengetahuan Akbar, kedua kubu sepakat membawa masalah ini ke pengadilan, tapi Wantim menyarankan agar diselesaikan melalui munas bersama.
"Saya belum bisa mengatakan progresnya tapi kesepakatannya bahwa diserahkan kepada pengadilan dan siapapun nanti yang akan menang harus dihormati dan kemudian nanti akan dibuat format kepengurusan baru yang di mana dalam pengurusan baru itu perlu semua unsur terwakili. Itu yang ditempuh oleh DPD Partai Golkar di bawah ARB tapi saya belum mengetahui sejauh mana kemajuan daripada perundingan," kata Akbar.
Sebelumnya diberitakan, Wasekjen Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) Musfihin Dahlan mengatakan Akbar Tandjung berencana mengundurkan diri dari kepengurusan. Menurutnya, dalam pekan ini Akbar mempersiapkan segala sesuatunya. "Katanya partai sudah tidak sejalan," kata Musfihin.
Namun setelah dikonfirmasi, Musfihin Dahlan membantah dirinya mengatakan Akbar akan mundur dari wantim Golkar, sebagaimana dilansir sebuah situs berita. Dalam berita itu, Musfihin mengatakan, harusnya Akbar akan mengumumkan pengunduran dirinya hari ini. "Diundur minggu depan," tuturnya.
Namun, saat dikonfirmasi Musfihin membantah. "Tidak benar. Saya tidak pernah mengatakan itu. Saya hanya mengatakan, antara Bang Akbar dan DPP tidak sejalan dalam hal penyelesaian konflik di internal Partai Golkar. Bang Akbar menyarankan agar diselesaikan melalui islah dengan menggelar munas bersama, sementara DPP ingin diselesaikan di pengadilan," kata Musfihin.
(wid/wid)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
Kementan Matangkan Hilirisasi Oleokimia untuk Dongkrak Nilai Ekspor Nasional
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Ekbis
Bulan K3 Nasional 2026, Strategi Kolaboratif Menuju Indonesia Emas 2045
-
Lingkungan
Hari Menanam Pohon Indonesia 2025: Saatnya Hijaukan Bumi dan Pulihkan Alam
-
Maritim
Tema Hari Perhubungan Nasional Tahun 2025 Adalah Wujudkan Bakti Transportasi untuk Negeri
-
Olahraga
Tema Hari Olahraga Nasional 2025 Adalah Olahraga Satukan Kita

