Balas Budi Megawati, Membuka Jalan Sutiyoso Jadi Kepala BIN
Rabu, 17 Juni 2015 18:28 WIB
JAKARTA - Ketua Forum Korban 27 Juli (Kudatuli) Agus Siswantoro meyakini penunjukkan calon Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah mendapat restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Menurut Agus, adanya utang budi Megawati kepada Sutiyoso menjadi faktor penting lolosnya Sutiyoso maju ke DPR.
"Tahun 2006, saya pernah mengajukan pertanyaan langsung kepada Bu Mega yang ketika itu sudah menjadi presiden. Saya bertanya kenapa kok Bu Mega senang sekali dengan Sutiyoso. Bahkan, ikut merekomendasikannya menjadi gubernur Jakarta. Padahal, hati kami masih belum bisa menerima," ujar Agus Siswantoro dalam diskusi bertema "Harapan DPR dengan Calon KaBIN Sutiyoso" di gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/6/15).
Dalam pertemuan yang digelar di Kantor DPP PDI di Lenteng Agung itu, Agus melanjutkan, Megawati mengungkapkan mengapa Sutiyoso begitu spesial.
"Bu Mega menjawab, "Sutiyoso di mata saya punya jasa besar. Saat peristiwa 27 Juli, saya di tengah perjalanan pergi jam 7.00 WIB pagi, mau ke DPP (Salemba). Sutiyoso kasih bocoran, jangan datang. Akhirnya tidak datang dan selamat," imbuhnya.
Dari apa yang diungkapkan Megawati itu, Agus meyakini secara struktur kelembagaan Sutiyoso memang menjadi bagian dari rezim penguasa Orde Baru ketika itu, tetapi secara individu tidak memiliki kaitan dengan peristiwa itu.
"Ada empat tokoh yang terlibat dalam peristiwa itu, menurut saya yaitu Presiden Soeharto ketika itu, Panglima TNI Feisal Tanjung, Kasospol TNI Syarwan Hamid dan Mendagri Yogi S. Memed. Tapi, dari sumber yang saya dengar dari kubu Suryadi, semua digerakkan langsung oleh Syarwan Hamid," terangnya.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi Rais menjawab soal tudingan bagi-bagi jatah kekuasaan mengingat Sutiyoso merupakan Ketua umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang menjadi bagian dari partai pengusung pemerintahan Jokowi-JK.
Menurutnya, tudingan bagi-bagi jatah lebih baik diakui karena merupakan keniscayaan. "Tapi logika rasional dalam berpolitik, asal berkompeten akui saja agar lebih enak," kata putra dari pendiri PAN Amien Rais ini.
Bagi PAN, menurut Hanafi figur Sutiyoso memiliki kompetensi baik. "Pak Sutiyoso sudah berhasil menyatukan dua dunia yaitu dlsipil dan militer," kata Hanafi.
Sedangkan pengamat intelijen Wawan H. Purwanto berpendapat Presiden Joko Widodo telah memiliki pertimbangkan untuk menunjuk Sutiyoso sebagai Kepala BIN setelah menerima masukan dari berbagai lini, koalisi dan para pakar.
"Jadi tak perlu diperdebatkan lagi karena sejak menjabat Letnan hingga Mayor, Sutiyoso telah terbiasa di medan pertempuran," katanya.
Menyangkut sejumlah kasus HAM yang diangkat ke permukaan, menurutnya masalah HAM itu telah diselesaikan secara hukum dan kekeluargaan. "Kalau sekarang diangkat lagi, itulah dinamika. Tapi semua soal ini sudah clear," katanya.
Sedangkan soal usia Sutiyoso yang menginjak 70 tahun, Wawan tak mempermasalahkannya. Bahkan Wapres saja 75 tahun, bahkan pemimpin di luar negeri Cina hingga 80-90 tahun. Terpenting saat ini adalah menjaga ritme kebugaran.
"Usia 70 tahun itu tak mempengaruhi pemikiran, bahkan Sutiyoso makin cemerlang pemikirannya. Manajerialnya tak perlu diragukan," katanya.
(wid/wid)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Mengenal Lebih Dalam Tentang PDI Perjuangan
-
Politik
Gibran Rakabuming Dapat Wejangan dari Megawati
-
Nasional
Jokowi Pimpin Upacara Hari Bhayangkara 2022
-
Sosial
Bupati Bengkalis Kasmarni Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2021
-
Nasional
Pemerintah Perpanjang dan Turunkan Level PPKM Seluruh Daerah
-
Kesehatan
Rokan Hulu Terima 18 Paket Obat untuk Isoman dari Presiden Jokowi

