• Home
  • Nasional
  • Gunung Marapi di Sumatera Barat Naik Status Menjadi Waspada

Gunung Marapi di Sumatera Barat Naik Status Menjadi Waspada

Rabu, 26 Februari 2014 16:51 WIB

BUKITTINGGI - Pemkab Agam terus mempersiapkan diri dalam penanggulangan bencana erupsi Gunung Marapi. Selain mempersiapkan jalur evakuasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam juga melakukan pendataan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang rawan terpapar erupsi di lima kecamatan.

Bupati Agam, Indara catri mengatakan, meskipun Gunung Marapi saat ini masih berstatus waspada (level 2), tapi persiapan tetap penting dilakukan. Pasalnya, kondisi Gunung Marapi tidak bisa diprediksi. Oleh sebab itu, sangat perlu ditetapkan jalur evakuasi dan langkah-langkah penanganan jika seandainya bencana itu terjadi.

“Beberapa waktu lalu kita menyalurkan bantuan untuk korban Sinabung sekaligus belajar penanganan bencana erupsi gunung. Di sana kita banyak belajar, salah satunya bagaimana mempersiapkan jalur evakuasi. Kemudian bagiamana kita bisa memanfaatkan sarana umum, seperti mesjid dan sekolah sebagai tempat titik kumpul. Tapi kita semua berharap bencana itu tidak datang menimpa Agam”, katanya. 

Sejak Jumat lalu, BPBD Agam telah menelusuri jalur evakuasi bersama TNI, masyarakat dan pihak terkait lainnya. “Sesuai instruksi Bupati, kita telah menelusuri jalur evakuasi untuk bencana Marapi ini, sekaligus mendata jumlah penduduk, lahan pertanian dan sarana yang kemungkinan terkena dampak jika bencana erupsi terjadi”, kata Kepala BPBD Agam, Bambang Warsito, kermarin.

Setelah melakukan penelusuran dan pendataan, BPBD Agam akan langsung melakukan pertemuan dengan SKPD terkait, untuk membahas persiapan Agam menghadapai bencana, jika bencana datang. BPBD Agam menargetkan penetapan jalur evakuasi untuk lima kecamatan rawan bencana Marapi plus satu kecamatan yang berada di dekat Gunung Tandikek selesai Maret mendatang.

“Dari penelusuran kita, akan diketahui berapa rambu evakuasi yang dibutuhkan, berapa rumah dan sarana yang akan terpapar. Untuk sarana, kita akan upayakan fasilitas seperti tempat MCK dan sumber air tersedia. Dengan begitu, penanganan akan bisa dilakukan dengan optimal. Intinya, kita harus tetap waspada dan siap saat bencana datang”, jelasnya dikutip dari Padang Ekspres (Grup Padangtoday).

Lima Kecamatan Agam yang rawan terkena dampak erupsi Gunung Marapi adalah, Kecamatan Baso, Candung, Ampekangkek, Banuhampu dan Sungaipua. Di kecamatan Banuhampu ada tujuh Nagari yang rawan yaitu, Nagari Padang­lua, Nagari Taluak Ampek Suku, Pakan Sinayan, Kubangputih, Ladanglaweh, Cingkariang dan Sungaitanang.

Kemudian di Kecamatan Candung ada tiga Nagari yaitu, Lasi, candung Kotolaweh dan Nagari Bukikbatabuah. Kecamatan Sungaipua ada lima Nagari yaitu, Nagari Sungaipua, Batagak, Batu Palano, Padanglaweh dan sariak.

Sementara di Kecamatan Ampekangkek ada tujuh, Nagari Lambah, Panampuang, Ampanggadang, Batu Taba, Biaro Gadang, balaigurah dan Pasia. Di kecamatan Baso ada dua Nagari yaitu, Kototinggi dan Tabekpanjang.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Nasional
Komentar