• Home
  • Nasional
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan Lantik Mukhniarti Basko

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan Lantik Mukhniarti Basko

Selasa, 10 Februari 2015 18:14 WIB
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, secara resmi melantik Hj. Mukhniarty dari Demokrat dari Dapil Riau I. (foto; Arjuna Widodo)
JAKARTA - Ketua MPR RI Zukifli Hasan melantik Mukhniarti Basko dan empat anggota MPR RI pengganti antarwaktu (PAW) di Gedung MPR RI Jakarta, pada Selasa (10/2/15). 

Hadir dalam pelantikan dan sumpah jabatan sebagai anggota MPR RI periode 2014-2019 tersebut antara lain Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang, EE Mangindaan, Hidayat Nur Wahid dan Mahyudin.

Kelima anggota MPR RI tersebut antara lain Ali Mahir dari NasDem dari Dapil Jateng II menggantikan HM. Prasetyo yang kini menjabat sebagai Jaksa Agung RI, Arvin Hakim Thoha dari PKB dari Dapil  Jateng III menggantikan Marwan Jafar yang menjabat sebagai Menteri Desan, PDT dan Transmigrasi.

Kemudian Arzetty Bilbina dari PKB dari Dapil Jatim I menggantikan Imam Nachrawi yang menjabat sebagai Menpora RI, H. Yaqut Cholil Qoumas dari PKB dari Dapil Jateng X menggantikan Hanif Dakhiri yang menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja. 

Sedangkan Hj. Mukhniarty dari Demokrat dari Dapil Riau I menggantikan Sutan Sukarnotomo karena meninggal dunia.

Dalam amanatnya Zulkifli Hasan mengungkapkan, reformasi mengalami kemajuan-kemajuan dan telah melahirkan sistem demokrasi yang lebih baik dibanding sebelumnya. 

Yaitu terciptanya sistem checks and balances antar lembaga negara bisa berjalan dengan baik. Demikian pula dengan tranparansi dan keterbukaan. Sehingga reformasi, juga menjamin kebebasan berpendapat, berkumpul dan berserikat bagi masyarakat, termasuk media massa.

Karena itu politisi PAN itu mengajak kelima anggota MPR yang baru dilantik tersebut untuk terlibat aktif dalam berbagai tugas MPR RI. 

Terutama menyangkut kegiatan sosialisasi Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, yang harus diwujudkan secara bersama-sama sebagai implementasi 4 janji konsensus kebangsaan.

Zulkifli berharap  ke depan masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan tenaga dan pikirannya untuk mempersoalkan hal-hal yang sudah disepakati, tak terkecuali menyangkut Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Karena sesungguhnya, tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini adalah masalah kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan lainnya. 

"Itulah antara lain yang harus kita berantas secara bersama-sama, tentu dengan seluruh tenaga, pikiran serta daya upaya yang kita miliki. Apalagi menghadapi pasar bebas masyarakat Asean (MEA)," katanya.

Mukhniarti menyatakan siap menjalankan tugas dan kewenangan konstitusional majelis dengan sebaik-baiknya penuh tanggungjawab. "Sehingga apapun yang kita ikhtiarkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat bangsa dan negara tercinta, " ujarnya.

(wid/wid)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Nasional
Komentar