• Home
  • Nasional
  • Masyarakat Diingatkan Modus Penipuan Berkedok KPK

Masyarakat Diingatkan Modus Penipuan Berkedok KPK

Senin, 17 November 2014 14:09 WIB
Juru Bicara dan Diputi Pencegahan KPK Johan Budi di Gedung KPK Kuningan, Jakarta, Senin (17/11/14).
JAKARTA : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta masyarakat untuk waspada terhadap adanya penipuan yang mengatasnamakan KPK. Karena saat ini banyak ditemukan sejumlah modus penipuan yang mengatasnamakan KPK untuk melakukan pemerasan kepada masyarakat dengan membawa nama KPK.

"Hingga saat ini, KPK menemukan sejumlah modus penipuan. Di antaranya dengan cara pemalsuan dokumen dan identitas, iming-iming membantu dalam penanganan perkara, penjualan buku-buku sosialisasi antikorupsi, dan mengaku-ngaku sebagai pihak yang ditunjuk sebagai perpanjangan tangan KPK," kata Juru Bicara dan Diputi Pencegahan KPK Johan Budi di Gedung KPK Kuningan, Jakarta, Senin (17/11/14).

Untuk itu kata Johan, komisi anti raswah itu merasa perlu terus mengingatkan kembali kepada masyarakat, bahwa: Dalam setiap penugasan, anggota/pegawai KPK selalu dilengkapi dengan surat tugas dan identitas resmi. 

Anggota/pegawai KPK juga dilarang meminta/menerima imbalan dalam bentuk apa pun kepada instansi/perorangan yang dikunjungi/diperiksa.

"KPK juga tidak pernah mengangkat maupun menunjuk secara resmi sebuah LSM sebagai perpanjangan tangan KPK. Perangkat sosialisasi baik berupa buku, poster, maupun brosur yang diterbitkan/dikeluarkan KPK diberikan secara cuma-cuma/gratis," sebutnya.

Ditambahkan Johan, selama ini KPK tidak pernah meminta baik melalui surat maupun lisan pembayaran atau imbalan berupa uang atau barang yang bernilai uang atas pemberian perangkat sosialisasi tersebut. 

"Tidak ada pihak mana pun, baik pimpinan/pegawai KPK maupun pihak di luar institusi KPK yang bisa menghentikan proses penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik KPK. Kecuali hanya karena faktor hukum atau tidak adanya alat bukti yang kuat," ungkapnya.

Berkaitan dengan media sosial, lanjut Johnn, dianggap perlu juga untuk disampaikan bahwa hingga saat ini seluruh Pimpinan KPK tidak menggunakan dan memiliki akun di media sosial mana pun. 

"Sehingga, apabila ada akun media sosial yang muncul dan mengatasnamakan salah satu atau seluruh pimpinan, maka KPK tidak terkait dengan hal itu," terangnya.

(jor/jor)
Tags Nasional
Komentar