• Home
  • Nasional
  • Pemerintah Bakal Asingkan Imigran Gelap di Pulau Khusus

Pemerintah Bakal Asingkan Imigran Gelap di Pulau Khusus

Minggu, 21 Desember 2014 16:28 WIB
PEKANBARU : Pemerintah mewacanakan menyiapkan sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menampung imigran gelap yang kini banyak berkeliaraan, termasuk di Kota Pekanbaru. 

"Kemarin sewaktu rapat dengan Menko Polhukam dibahas masalah imigran pencari suaka politik. Acara wacana untuk menempatkan mereka (imigran gelap, Red) di sebuah pulau di NTT, seperti yang pernah kita lakukan dulu di Pulau Galang, Kepulauan Riau untuk pengungsi Vietnam,'' kata Yosanna H Loaly, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menhkumham), Ahad (21/12/14). 

Tetapi, imbuhnya, kemungkinan imigran gelap ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia mesti dikaji. Karena saat menangani pengungsi Vietnam di Pulau Galang, tempo hari juga merepotkan dan banyak masalah. 

Yosanna mengaku, kehadiran imigran gelap di Indonesia juga menimbulkan masalah. Tetapi pemerintah tidak bisa berbuat banyak karena fasilitas untuk karantina mereka, yakni Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) juga sangat terbatas.

"Sekarang biaya mereka (imigran gelap, Red) itu ditanggung IOM (organisasi internasional mengurusi pengungsi, Red). Pak Kakanwil (Riau) juga telah berkonsultasi dengan IOM membahas hal ini,'' ucapnya. 

Saat disinggung kehadiran imigran gelap di Kota Pekanbaru kini menimbulkan masalah sosial, Menkumham tidak menampiknya. Tetapi Indonesia tidak bisa menolak mereka karena nantti dianggap melanggar HAM. 

Ketika ditanya soal sikap Malaysia yang tidak mau menampung imigran gelap tersebut, Yosanna menyatakan, karena sikap tegas negara jiran itu akhirnya para pencari suaka politik itu masuk ke Indonesia melalui pelabuhan-pelabuhan tikus.

"Memang kalau bisa dipulangkan ke negara asal mereka dengan cara deportasi secara sukarela itu akan lebih baik. Kita bukannya mau melayani tetapi terpaksa menampung. Kita pusing sendiri soal ini sekarang,'' tukasnya.

(son/son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Nasional
Komentar