• Home
  • Nasional
  • Pendiri Partai Demokrat Tolak SBY Maju Jadi Ketum

Pendiri Partai Demokrat Tolak SBY Maju Jadi Ketum

Selasa, 25 November 2014 13:19 WIB
TAK MAJU LAGI: Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (ketiga dari kiri) didampingi Ketua Harian Syarif Hasan (kedua dari kiri), Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri), dan Ny Ani Yudhoyono saat pembukaan Rapimnas PD beberapa waktu lalu.
JAKARTA : Rencana Susilo Bambang Yudhoyono untuk maju lagi sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat (PD) ditentang sejumlah pendiri partai.

Salah satunya anggota Forum Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat Etty Manduapessi. Etty menegaskan tidak ada alasan yang masuk akal bagi Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk kembali maju menjadi ketua umum periode 2015- 2019 di kongres mendatang.

Menurutnya, sebagai politisi, sebenarnya SBY sudah menduduki jabatan puncak sebagai Presiden RI, sehingga akan menjadi aneh jika SBY kembali ingin menjadi ketua umum.

"Buat kami tidak ada alasan yang masuk akal kalau SBY kembali mencalonkan diri menjadi ketum. Dia sudah menduduki jabatan puncak di politik sebagai presiden selama dua periode. Jadi kalau dia ingin maju lagi sebagai ketum, akan terkesan SBY masih belum puas menjadi presiden dua periode, sehingga masih akan mengincar jabatan ketum lagi," lontar Etty dalam acara konperensi pers Forum Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat bersama Vence Rumangkang di Hotel Sultan Jakarta, kemarin.

Etty mengatakan, saat ini SBY sudah mulai merancang dan mendesain agar pada Kongres PD tahun depan agar bisa kembali terpilih secara aklamasi. Namun pihaknya meminta SBY menyadari bahwa Partai Demokrat bukanlah milik pribadi SBY.

Bahkan saat pendirian PD tahun 2003 lalu, SBY pun tidak ikut serta. "SBY tidak ikut mendirikan Partai Demokrat. Yang mendirikan adalah anggota- anggota Forum Deklarator dan Pendiri Partai Demokrat yang berjumlah 99 orang. Pembuktiannya, nama Susilo Bambang Yudhoyono tidak tercantum dalam akte pendirian.

Jadi kami yang berdarah-darah plus menggunakan uang kami sendiri dalam mendirikan partai ini. Bahkan dengan mempertaruhkan nyawa kami," tutur Etty. Dibeberkan, ketika PD didirikan sedang panas-panasnya gejolak perang saudara di Maluku.

"Saat itu semua harta saya gadaikan dan nyawa pun saya pertaruhkan agar Partai Demokrat bisa berdiri. Tapi nyatanya sekarang yang menguasai justru SBY dan keluarganya," imbuh Etty. Menurutnya, di semua negara demokrasi tidak ada yang ketua umumnya adalah kepala keluarga, anaknya menjadi sekjen, iparnya menjadi bendahara umum, dan Wakil Ketua DPR dari partainya adalah iparnya ketua umum sendiri.

Bukan hanya itu, Ketua Fraksi partainya juga anaknya sendiri, lantas. Sekretaris Fraksi-nya adalah kerabat dekatnya ketua umum juga.

"Semua itu ada di Partai Demokrat yang sedang dipimpin SBY," tukasnya. Dirinya juga menilai ada alasan tidak logis yang menyebutkan karena SBY sudah tidak menjabat sebagai presiden, sehingga akan punya banyak waktu untuk mengurus dan membesarkan PD, sehingga sangat layak untuk kembali menjadi ketum selama lima tahun mendatang. "Itu alasan yang tidak masuk akal.

Karena ketika SBY menjadi presiden dan ketum saja, suara PD sangat anjlok kok. Jadi dimana logikanya kalau dia tidak jadi presiden suara PD akan naik. Dia bilang dulu tidak ada waktu untuk mengurus PD, lantas kenapa dia jadi ketum? Alasannya mau menaikkan suara Demokrat karena surveinya turun terus.

Tapi faktanya dalam pileg juga anjlok suaranya," lontarnya berapi-api. Di lokasi yang sama, Ketua Umum Forum Deklarator dan Pendiri PD Vence Rumangkang berharap dalam kongres yang akan datang sebaiknya DPP PD membuka pintu selebar-lebarnya untuk seluruh kader yang ingin maju sebagai ketua umum.

Dia pun menegaskan akan mendukung siapapun calon yang akan maju dalam kongres. "Saya berharap DPP PD membuka pintu seluas-luasnya untuk para calon ketua umum yang akan maju dalam Kongres 2015 nanti," tegasnya. Vence tidak lupa berterima kasih atas jasa para artis yang telah ikut mendirikan PD dan membantu membesarkannya.

"Kalau tidak ada artis-artis seperti Sys NS, Roy Marten, Ayu Azhari dan lain-lain, kami tidak akan dipedulikan masyarakat. Syukurnya artis-artis ini membantu kami mensosialisasikan PD dari awal karena saat itu SBY belum mau terang-terangan bergabung bersama kami," ungkapnya lagi.

Dilanjutkannya, saat ini kondisi PD sedang sakit, sehingga memerlukan resep untuk menyembuhkan partai ini agar dapat berkontribusi untuk bangsa ini.

"Makanya kami akan mengumpulkan seluruh para deklarator di dalam forum Silatnas II ini untuk menyembuhkan partai ini," jelas Vence. "Mana ada ketum dijabat bapak, anak jadi sekjen, dan bendahara dipegang iparnya. Ini perlu diluruskan. Semua orang tahu bagaimana nepotisme terjadi. Kita perlu pengkaderan," pungkas Vence.

(ind/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Nasional
Komentar