Pospera: Ada Upaya Menjauhkan Jokowi dari Relawan dan Partai
Selasa, 24 Maret 2015 16:20 WIB
JAKARTA - Maksud sekelompok orang yang berusaha menolak Relawan menduduki jabatan eksekutif di luar kebinet, sesungguhnya adalah untuk menjauhkan Jokowi dari Relawan dan Partai. Muslihat ini harus dibaca dengan jeli.
"Walaupun dikemas dengan kata profesionalisme dan segudang kata-kata indah, tapi sesungguhnya berusaha menjauhkan Jokowi dari Relawan," kata Mustar Bonaventura, Ketua Umum Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) di Jakarta Selasa (24/3).
Mustar mengatakan, setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden dan sedang menyusun kabinet, pada saat yang sama di media massa, muncul penolakan agar kabinet sebaiknya tidak di isi oleh orang-orang partai.
Sekarang ketika posisi di luar kabinet dan jajaran eksekutif sedang disusun, muncul penolakan agar posisi di luar jajaran eksekutif tidak diisi para relawan. Apa maksud tersembunyi dari dua penolakan itu ?
"Tujuan mereka, ingin memisahkan Partai dan Relawan dari Jokowi dan tidak ingin agar Jokowi dikelilingi oleh orang-orang yang secara nyata-nyata sejak awal memperjuangkan Jokowi. Mereka ingin agar berbagai posisi diisi yang bukan pendukung Jokowi," tegas Mustar.
Menurut sinyalemen yang dikumpulkan Pospera, bahkan mereka ingin agar Jokowi tidak menyelesaikan periode kepemimpinan selama 5 tahun. "Arahnya mereka jelas, Jokowi harus dijatuhkan. Caranya, jauhkan partai pendukung dan Relawan," jelasnya.
Berkembang pula informasi-informasi salah kepada Jokowi. Bahkan, laporan bermaksud adu-domba dengan mudah masuk ke Istana. Target pembuat informasi palsu sangat jelas, supaya mudah menjatuhkan Jokowi.
"Jika mereka sudah berhasil menjauhkan partai pendukung dari Jokowi, target berikutnya adalah adu-domba sesama partai dan Relawan. Supaya saling sikut. Dengan program keji begini, pendukung Jokowi harus merapatkan barisan," pungkasnya.
(rdk/rls)
"Walaupun dikemas dengan kata profesionalisme dan segudang kata-kata indah, tapi sesungguhnya berusaha menjauhkan Jokowi dari Relawan," kata Mustar Bonaventura, Ketua Umum Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) di Jakarta Selasa (24/3).
Mustar mengatakan, setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden dan sedang menyusun kabinet, pada saat yang sama di media massa, muncul penolakan agar kabinet sebaiknya tidak di isi oleh orang-orang partai.
Sekarang ketika posisi di luar kabinet dan jajaran eksekutif sedang disusun, muncul penolakan agar posisi di luar jajaran eksekutif tidak diisi para relawan. Apa maksud tersembunyi dari dua penolakan itu ?
"Tujuan mereka, ingin memisahkan Partai dan Relawan dari Jokowi dan tidak ingin agar Jokowi dikelilingi oleh orang-orang yang secara nyata-nyata sejak awal memperjuangkan Jokowi. Mereka ingin agar berbagai posisi diisi yang bukan pendukung Jokowi," tegas Mustar.
Menurut sinyalemen yang dikumpulkan Pospera, bahkan mereka ingin agar Jokowi tidak menyelesaikan periode kepemimpinan selama 5 tahun. "Arahnya mereka jelas, Jokowi harus dijatuhkan. Caranya, jauhkan partai pendukung dan Relawan," jelasnya.
Berkembang pula informasi-informasi salah kepada Jokowi. Bahkan, laporan bermaksud adu-domba dengan mudah masuk ke Istana. Target pembuat informasi palsu sangat jelas, supaya mudah menjatuhkan Jokowi.
"Jika mereka sudah berhasil menjauhkan partai pendukung dari Jokowi, target berikutnya adalah adu-domba sesama partai dan Relawan. Supaya saling sikut. Dengan program keji begini, pendukung Jokowi harus merapatkan barisan," pungkasnya.
(rdk/rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
Kementan Matangkan Hilirisasi Oleokimia untuk Dongkrak Nilai Ekspor Nasional
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Ekbis
Bulan K3 Nasional 2026, Strategi Kolaboratif Menuju Indonesia Emas 2045
-
Lingkungan
Hari Menanam Pohon Indonesia 2025: Saatnya Hijaukan Bumi dan Pulihkan Alam
-
Maritim
Tema Hari Perhubungan Nasional Tahun 2025 Adalah Wujudkan Bakti Transportasi untuk Negeri
-
Olahraga
Tema Hari Olahraga Nasional 2025 Adalah Olahraga Satukan Kita

