Rincian Rencana Pembangunan Tol Trans Sumatera di Riau
Jumat, 27 Februari 2015 19:38 WIB
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana mengembangkan konsep High Grade Highway (HGH) pada Trans Sumatera.
Konsep ini berupa jalan bebas hambatan dan jalan tol. Jalan bebas hambatan merupakan jalan yang bisa diakses secara gratis, sementara jalan tol ditetapkan biaya khusus.
Pemerintah berharap HGH ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan lapangan kerja, meningkatkan akses, mengurangi biaya transportasi, dan memberi strimulus terhadap pertumbuhan sektor industri, pariwisata, lapangan kerja, dan pertumbuhan regional.
HGH Sumatera rencananya akan terbentang sepanjang pantai Timur Sumatera dengan perkiraan 2.048 kilometer. Estimasi biaya pembebasan lahan dengan lebar minimum 60 meter adalah Rp22,53 triliun.
Sementara biaya konstruksi yang dibutuhkan adalah Rp144 triliun dan investasi sebesar Rp273 triliun.
HGH Sumatera juga akan didukung penghubung sepanjang 770 kilometer, yaitu Sibolga-Tebing Tinggi, Padang-Pekanbaru dan Bengkulu-Palembang. Estimasi biaya antara lain biaya tanah Rp 5 triliun, biaya konstruksi Rp 49 triliun dan biaya investasi sebesar Rp 95 triliun.
Ruas jalan Tol Trans Sumatera dibagi atas tiga lintasan, yaitu lintas utama, lintas penghubung, dan non lintas Sumatera.
Jalur lintas utama terdiri atas 17 pembangunan dengan total 2.048 kilometer dan estimasi biaya Rp 119,376 triliun. Untuk daerah Provinsi Riau sendiri melintasi, Jambi-Rengat sepanjang 190 kilometer, Rengat-Pekanbaru sepanjang 175 kilometer, Pekanbaru-Dumai sepanjang 135 kilometer, Dumai-Rantau Prapat sepanjang 175 kilometer.
Untuk jalur lintas penghubung, 770 kilometer, terbagi atas tujuh pembangunan, dan daerah yang melintasi Riau adalah, Pekanbaru-Bengkinang-Payakumbuh-Bukittinggi sepanjang 185 kilometer.
(jor/rtc)
Konsep ini berupa jalan bebas hambatan dan jalan tol. Jalan bebas hambatan merupakan jalan yang bisa diakses secara gratis, sementara jalan tol ditetapkan biaya khusus.
Pemerintah berharap HGH ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan lapangan kerja, meningkatkan akses, mengurangi biaya transportasi, dan memberi strimulus terhadap pertumbuhan sektor industri, pariwisata, lapangan kerja, dan pertumbuhan regional.
HGH Sumatera rencananya akan terbentang sepanjang pantai Timur Sumatera dengan perkiraan 2.048 kilometer. Estimasi biaya pembebasan lahan dengan lebar minimum 60 meter adalah Rp22,53 triliun.
Sementara biaya konstruksi yang dibutuhkan adalah Rp144 triliun dan investasi sebesar Rp273 triliun.
HGH Sumatera juga akan didukung penghubung sepanjang 770 kilometer, yaitu Sibolga-Tebing Tinggi, Padang-Pekanbaru dan Bengkulu-Palembang. Estimasi biaya antara lain biaya tanah Rp 5 triliun, biaya konstruksi Rp 49 triliun dan biaya investasi sebesar Rp 95 triliun.
Ruas jalan Tol Trans Sumatera dibagi atas tiga lintasan, yaitu lintas utama, lintas penghubung, dan non lintas Sumatera.
Jalur lintas utama terdiri atas 17 pembangunan dengan total 2.048 kilometer dan estimasi biaya Rp 119,376 triliun. Untuk daerah Provinsi Riau sendiri melintasi, Jambi-Rengat sepanjang 190 kilometer, Rengat-Pekanbaru sepanjang 175 kilometer, Pekanbaru-Dumai sepanjang 135 kilometer, Dumai-Rantau Prapat sepanjang 175 kilometer.
Untuk jalur lintas penghubung, 770 kilometer, terbagi atas tujuh pembangunan, dan daerah yang melintasi Riau adalah, Pekanbaru-Bengkinang-Payakumbuh-Bukittinggi sepanjang 185 kilometer.
(jor/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Ekbis
Bulan K3 Nasional 2026, Strategi Kolaboratif Menuju Indonesia Emas 2045
-
Lingkungan
Hari Menanam Pohon Indonesia 2025: Saatnya Hijaukan Bumi dan Pulihkan Alam
-
Maritim
Tema Hari Perhubungan Nasional Tahun 2025 Adalah Wujudkan Bakti Transportasi untuk Negeri
-
Olahraga
Tema Hari Olahraga Nasional 2025 Adalah Olahraga Satukan Kita
-
Ekbis
Perkuat Keamanan Obvitnas, Apical dan Polda Riau Tandatangani Pedoman Kerja Teknis 2025

