SBY Marah Teleconference Bahas Asap Gubri Malah Tak Hadir
Jumat, 14 Maret 2014 18:56 WIB
PEKANBARU - Presiden Susilo Bambang Yudohoyo (SBY) marah kepada Gubernur Riau Annas Maamun yang tidak hadir dalam rapat terbatas antara Presiden, Wakil Presiden Boediono, dan Satgas Darurat Asap Riau di Pekanbaru.
Rapat berlangsung menggunakan teleconference yang menghubungkan Semarang, Riau, dan Jakarta. "Sebelum saya mulai rapat, saya ingin tahu siapa yang hadir dalam rapat di Riau sana," kata Presiden dari Semarang, Jumat (14/3/2014).
Kemudian, Kepala Badan Nasional Benanggulangan Bencana (NPB) Syamsul Maarif yang memimpin rapat memperkenalkan pejabat yang hadir di Riau, mulai Kapolda, Danrem 031/Wirabima Pekabaru, dan Komandan Lanud.
"Pak Gubernur sedang ke Bengkalis ada urusan Pak Presiden," jelas Ketua BNPB dalam rapat teleconference di Mapolda Riau Jalan Sudirman, Pekanbaru.
Penjelasan Syamsul Maarif tersebut membuat SBY marah. "Seharusnya Gubernur Riau itu yang berdiri paling depan. Gubernur sendiri yang harus menejelaskan kepada saya perkembangan penanganan asap. Gubernur yang saya butuh untuk menjelaskan ini bukan wakilnya," kata SBY dengan nada keras.
Sementara di Jakarta, teleconference dipimpin oleh Wakil Presiden Boediono dan dihadiri oleh sejumlah menteri. Kemarahan Presiden pun kembali memuncak begitu mengetahui Menko Kesra, Agung Laksono tidak ikut dalam rapat tersebut. "Kemana Pak Menko Kesra Pak Wapres?" tanya Presiden SBY kepada Boediono.
"Pak Presiden, tadi Menko Kesra memberitahukan kalau dirinya sedang ke Jawa Tengah ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan," jawab Boediono. "Seharusnya Menko Kesra ada disana (rapat). Dia harus menjadi terdepan, karena hal ini, (bencana asap) jadi tanggung jawabnya," tegas SBY.
SBY pun menegaskan agar kejadian seperupa tidak terulang. "Ke depan ini tidak terjadi lagi. Menko Kesra harus memprioritaskan hal yang paling penting," harap SBY.
SBY Nilai Penanganan Asap Gagal
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai penanganan kabut asap yang ada di Riau gagal. Pasalnya, api yang membakar hutan tetap terjadi dan kabut asap semakin pekat.
“Saya rasa upaya untuk penanganan asap masih gagal. Kebakaran belum bisa diatasi, untuk itu harus dicari solusi untuk segera menanganinya,” kata SBY dalam percakapan jarak jauh atau teleconference.
“Saya intruksikan agar penanggulangan masalah asap ditingkatkan. Jangan menunggu besok. Satu, dua, tiga jam sangat penting untuk menanggulangi asap," tegas SBY yang berada di Semarang.
SBY juga menyayangkan bahwa bencana asap selalu terjadi di Riau. "Saya menilai upaya pencegahan kebakaran di Riau gagal. Ini harus dievaluasi," tukasnya.
Dalam percakapan itu Presiden SBY berada di Semarang, Wapres Boediono berada di Jakarta, dan Satgas asap daerah yang dipimpin Kepala BNPB, Syamsul Maarif, berada di Mapolda Riau di Jalan Sudirman Pekanbaru.
SBY Akan Tinjau Langsung Kebakaran Hutan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan segera terbang ke Riau untuk melihat langsung kebakaran hutan dan penanggulangannya di sana. "Saya ubah jadwal kegiatan saya. Saya akan menuju ke Riau untuk melihat langsung apa yang terjadi di sana," kata SBY.
SBY meminta agar semua pihak bekerja keras untuk memadamkan kebakaran hutan. Pemerintah pusat juga siap membantunya. "Saya minta kerja sama semua pihak terutama saudara-saudara kita. Saya meminta benar tanggung jawab dan kerja keras dari pejabat negara dan Pemprov Riau. Kita akan lakukan segala sesuatu untuk ini," terangnya.
SBY mengimbau kepada masyarakat yang melakukan pembakaran ladang, dapat mengganti kebiasannya tersebut dengan cara lain termasuk perusahaan yang berada di sana.
"Kita harus bicara dengan saudara kita, atau kita ubah sejarah kita ini. Misalnya daerah dan pemerintah pusat membantu saudara kita bercocok tanam tanpa harus membakar. Demikian juga dengan perusahaan. Kalau itu bisa diwujudkan, maka tidak harus membakar setiap tahunnya," tegas SBY.***(musa)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

