• Home
  • Olahraga
  • Mike Webb: Senggolan Rossi dan Marquez Hanya Kecelakaan

Mike Webb: Senggolan Rossi dan Marquez Hanya Kecelakaan

Minggu, 28 Juni 2015 12:41 WIB
Pihak penyelenggara MotoGP menegaskan insiden yang terjadi antara Valentino Rossi dan Marc Marquez jelang garis finis GP Belanda tadi merupakan kecelakaan. (Reuters/Michael Kooren)
Riauheadline.com - Insiden senggolan yang terjadi antara Valentino Rossi dan Marc Marquez jelang garis finis di Sirkuit Assen, Belanda, Sabtu (27/6), disebut kecelakaan. Kenapa?

Direktur balap MotoGP, Mike Webb, menjelaskan bahwa hal itu lantaran keduanya memang berada di posisi yang sangat berdekatan. 

Di insiden itu juga tidak menguntungkan atau merugikan salah satu pihak, meski Rossi sempat terlihat keluar jalur balap.

"Kami sudah melakukan peninjauan dengan melihat kembali rekaman video dari semua sudut. Kasus selesai," ujar Webb seperti dikutip dari Crash.

Selain insiden tersebut, GP Belanda kali ini juga diwarnai perbedaan pendapat dari kedua pebalap unggulan tersebut. 

Keduanya mengklaim lebih layak ditetapkan sebagai pemenan di balapan yang digelar di Sirkuit Assen itu. 

"Saya ingat bahwa posisi saya memang di depan," kata Rossi. Sementara itu Marquez juga memiliki pendapat sendiri. "Saya yakin saya yang di dalam jalur."

Namun keputusan telah diambil. Panitia pun menetapkan Rossi sebagai pemenang gelaran GP kali ini.

"Keputusan berdasarkan rekaman video yang diambil helikopter. Heli tersebut mengikuti kedua pebalap ini sejak awal. Posisi Rossi memang selalu di depan," kata Webb menegaskan.

Sebelumnya diketahui terjadi senggolan ban depan motor Marquez dengan tunggangan Rossi. 

Namun Rossi berhasil mengendalikan motornya dan mencapai garis finis lebih dulu ketimbang Marquez.

Rossi Tahu Bakal Sengit Lawan Marquez

Pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi mengaku sudah memprediksi dirinya bakal sengit bertarung melawan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez hingga lap terakhir MotoGP Belanda yang digelar di Sirkuit Assen pada hari Sabtu (27/6).

Rossi yang start dari pole, mendapatkan perlawanan sengit dari Marquez sejak start. Keduanya sempat beberapa kali menjalani aksi saling salip, dan yang paling kontroversial adalah senggolan yang terjadi di chicane terakhir pada lap pamungkas.

"Karena saya kuat sepanjang pekan balap dan start dari pole, maka saya berusaha ngotot sejak awal. Ritme balap saya sangat baik, tapi Marc terus membuntuti saya. Jadi saya sudah tahu bahwa pertarungan ini bakal berlangsung hingga lap terakhir. Saya pun sangat kuat di dua lap terakhir," ujar The Doctor usai balap.

Rossi pun menjelaskan insiden senggolan yang ia alami bersama Marquez. Menurutnya, Marquez lah yang menyebabkan senggolan, mengingat ia sudah melaju lebih dulu ketika masuk ke dalam chicane tersebut. Akibatnya, Rossi terpaksa memotong area gravel sebelum melintasi garis finis.

"Marc berusaha menyalip saya saat memasuki chicane. Saya sudah melaju lebih dulu, namun dia menyenggol saya, jadi saya harus memotong gravel. Dua puluh lima poin sangat penting, tapi kemenangan di Assen ini rasanya lebih spesial!" tutup sembilan kali juara dunia ini.

Marquez Sebut Belajar Motocross dari Rossi

Untuk kedua kalinya musim ini, Marc Marquez harus mengakui keunggulan Valentino Rossi. Namun, pada balapan kali ini, Marquez merasa kekalahannya sedikit kurang fair.

Marquez dan Rossi mempertontonkan duel epik pada seri kedelapan MotoGP di Sirkuit Assen, Belanda, Sabtu 27 Juni. Sejak awal, keduanya sudah bersaing ketat memperebutkan tempat pertama.

Balapan kian menarik memasuki 10 lap terakhir. Marquez yang sejak awal membuntuti Rossi akhirnya sukses menyalipnya saat balapan menyisakan tujuh lap. Namun, Rossi tak mau kalah dan berhasil kembali merebut posisi terdepan di sisa tiga putaran terakhir.

Momen dramatis terjadi di lap terakhir dan tikungan terakhir. Marquez coba menyalip Rossi dari dalam, tapi Rossi enggan memberikan ruang hingga akhirnya motor keduanya bersenggolan. Persis seperti yang terjadi pada seri ketiga di GP Argentina. Namun, kali berbeda. Marquez tidak terjatuh, namun hasilnya sama. Ia harus kembali kalah dari The Doctor.

Senggolan itu sempat membuat Rossi terlempar ke gravel. Namun justru hal itu menguntungkannya. Pasalnya, ketika keluar dari gravel dan kembali ke lintasan, ia justru lebih dekat dengan garis finis, dan akhirnya sukses mengamankan kemenangan ketiganya musim ini.

Marquez yang gagal meraup poin di tiga balapan terakhir, cukup senang bisa naik podium lagi. Meski begitu, ia masih sedikit kecewa dengan bagaimana cara Rossi memenangi duel, yakni memotong lintasan.

"Saya cukup tenang sepanjang balapan dan mempelajari Rossi, menunggu waktu yang tepat untuk menyalipnya. Sepanjang balapan, saya fokus mempelajari tikungan terakhir," ujar Marquez.

"Saya tahu di mana tempat untuk menahan kecepatannya, tapi saya tidak menyangka bahwa dia akan memotong tikungan (lewat gravel). Saya belajar sedikit trik motocross dari Rossi hari ini," lanjut Marquez sedikit kecewa.

Meski kecewa, Marquez cukup senang dengan hasil balapannya kali ini. Pasalnya, ia kembali mampu tampil kompetitif setelah beberapa seri sebelumnya ia tidak mampu mengeluarkan performa terbaik dari motornya.

"Anda tidak bisa membayangkan betapa senangnya saya karena bisa kembali bersaing di depan. Saya senang, karena biasanya saya kesulitan balapan di sini. Ini hasil penting bagi saya dan tim untuk bangkit kembali. Sekarang, kami akan mempersiapkan diri untuk kembali kompetitif di GP Jerman," tandasnya.

Marquez membutuhkan kerja keras untuk bisa mempertahankan mahkota juaranya musim ini. Pasalnya, saat ini ia masih tercecer di urutan empat dengan 89 poin. Ia tertinggal cukup jauh dari pesaingnya Jorge Lorenzo (153) dan Rossi yang untuk sementara memimpin klasemen pembalap dengan 163 poin.

(rdk/cnn/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags MotoGP
Komentar