Belajar dari Ketulusan Akar

Rabu, 21 Desember 2016 09:16 WIB
Hari ini, Selasa, 20 Desember 2016. Bertempat di halaman Kantor Camat Pinggir, Kabupaten Bengkalis, hari ini dilaksanakan puncak kegiatan Aksi Serentak Menanam Pohon dan Penghijauan, serta Konservasi Alam tingkat Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau tahun 2016.

Berdasarkan nama-nama pada pohon yang disiapkan panitia, Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, Ketua DPRD Riau Hj Seftina Primawati Rusli, Forkopimda Riau, Ketua DPRD beserta Forkopimda Bengkalis, dijadwalkan hadir pada acara tersebut.

Namun berdasarkan info dari Andy Utama, sekitar pukul 09.30 WIB tadi, Gubri dan rombongan masih dalam perjalanan menuju tempat pelaksanaan kegiatan.

“Masih di Minas (Kecamatan Siak), Pak!” jelas Andy Utama yang memang kami tugaskan memantau perkembangan terkini.

Sambil menunggu acara dimulai, kami coba manfaatkan waktu membuat “Catatan Kecil” ini. Tentu disesuaikan dengan nama kegiatan hari ini.

Tanaman. Semua bagian tanaman sama pentingnya. Semuanya memiliki fungsi yang niscaya saling meniadakan. Tapi kali ini kami hanya mengulas tentang akar saja.

Akar sebuah tanaman adalah sebuah falsafah hidup dan kehidupan bagi kita, walau mungkin sebagian dari kita belum mengetahuinya. Dapat kita jadikan “guru”. Karena itu tak salah bila ada ungkapan mengatakan; “Hiduplah seperti akar.”

Akar adalah bagian tanaman yang tak hanya berfungsi menguatkan, menopang tanaman. Ianya juga memberikan segalanya, menjadi sumber kehidupan, meski kadang sang pohon tak pernah melihatnya. Memberi tanpa pamrih, tak pernah meminta kembali.

Agar adalah bagian yang gigih mencari air, walau harus menembus tanah yang keras dan terkadang juga bebatuan demi sebatang pohon.

Namun ketika sang pohon tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah dan mengharumkan, tampil elok, dan mendapat pujian, akar tak pernah mengeluh sedikitpun. Akar tetap sembunyi dalam tanah. Tetap menjalankan semua tugas pokok dan fungsinya dengan ketulusan yang sesungguhnya.

Memang, dalam hidup ini kita harus dapat belajar dari akar. Keberadaan kita, selain dapat menguatkan, juga harus dapat menjadi penyebab setiap kebaikan, meskipun tak pernah ada yg memberikan penghargaan.

Nabi Muhammad SAW., bersabda: “Sebaik-baiknya seseorang diantara kalian adalah yang paling bermanfaat terhadap yang lainnya.”

Karena itu, siapapun kita, dimanapun kita, dan kapanpun, jadilah “akar” yang dapat bermanfaat bagi sesama yang rela berbagi, dan ikhlas memberi. Menjadi “akar” yang hadirnya menggembirakan, dan ketiadaanya dirindukan.

Bukan menjadi “akar” yang kehadirannya dan ketidakhadirannya tidak ada pengaruhnya. Kalau akar saja bisa tulus, ikhlas dan tampa pamrih, kita tentu lebih bisa, bisa dan lebih bisa!

Penulis : Drs. Johansyah Syafri - Kabag Humas Pemkab Bengkalis
Tags
Komentar