- Home
- Pendidikan
- Asap Kian Tebal, Sekolah di Pekanbaru Belum Diliburkan
Asap Kian Tebal, Sekolah di Pekanbaru Belum Diliburkan
Selasa, 11 Februari 2014 11:01 WIB
PEKANBARU - Sejak sepekan terakhir kondisi udara di kota Pekanbaru mulai memburuk terutama pada pagi dan malam hari, namun Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru sampai saat ini belum mengintruksikan pihak sekolah untuk diliburkan.
"Belum ada intruksi untuk Meliburkan sekolah, namun kita sudah meminta kepada pihak sekolah untuk mengurangi kegiatan diluar ruangan. Karena ketentuan libur itu harus ada rekomendasi dari Dinas kesehatan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Zulfadil, Selasa (11/02/2014).
Zulfadil menambahkan, walaupun Diskes yang menjadi patokan untuk menentukan bahaya kabut asap tetapi pihaknya tetap memberikan kebebasan kepada sekolah untuk membuat keputusan terkait meliburkan anak didiknya.
"Jika menurut sekolah kabut asap ini sudah membahayakan maka kita berikan kebebasan untuk membuat keputusan sendiri. Karena memang ada beberapa tempat atau wilayah yang kabut asapnya tebal. Tetapi para siswa harus tetap diberikan tugas dirumah sebagai kompensasi," terangnya.
Ditanya terkait sekolah yang sudah mengajukan libur maupun pengurangan jam pelajaran, Zulfadil mengatakan bahwa baru satu sekolah saja yang menelpon yakni SMPN 28 okura.
"Kabut asap di okura ini sudah masuk kekelas dan sangat membahayakan. Kita sudah memberikan izin agar siswanya bisa dipulangkan lebih cepat dari biasanya dengan catatan harus diberikan tugas dirumah," jelasnya. ***(dan)
"Belum ada intruksi untuk Meliburkan sekolah, namun kita sudah meminta kepada pihak sekolah untuk mengurangi kegiatan diluar ruangan. Karena ketentuan libur itu harus ada rekomendasi dari Dinas kesehatan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Zulfadil, Selasa (11/02/2014).
Zulfadil menambahkan, walaupun Diskes yang menjadi patokan untuk menentukan bahaya kabut asap tetapi pihaknya tetap memberikan kebebasan kepada sekolah untuk membuat keputusan terkait meliburkan anak didiknya.
"Jika menurut sekolah kabut asap ini sudah membahayakan maka kita berikan kebebasan untuk membuat keputusan sendiri. Karena memang ada beberapa tempat atau wilayah yang kabut asapnya tebal. Tetapi para siswa harus tetap diberikan tugas dirumah sebagai kompensasi," terangnya.
Ditanya terkait sekolah yang sudah mengajukan libur maupun pengurangan jam pelajaran, Zulfadil mengatakan bahwa baru satu sekolah saja yang menelpon yakni SMPN 28 okura.
"Kabut asap di okura ini sudah masuk kekelas dan sangat membahayakan. Kita sudah memberikan izin agar siswanya bisa dipulangkan lebih cepat dari biasanya dengan catatan harus diberikan tugas dirumah," jelasnya. ***(dan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

