- Home
- Pendidikan
- Balai Bahasa Bakal Kerjasama dengan Sastrawan-Budayawan Riau
Balai Bahasa Bakal Kerjasama dengan Sastrawan-Budayawan Riau
Senin, 23 Februari 2015 18:36 WIB
Riaupos.co
PEKANBARU - Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR) akan memaksimalkan kerja sama dengan paras seniman, budyawan, sastrawan, lembaga-lembaga pemerintah lainnya seperti dinas pendidikan, dinas kebudayaan dan pariwisata, dan yang lainnya untuk melancarkan program kerja tahun 2015.
Kepala BBPR Drs Agus Sri Danardana M Hum mengatakan hal tersebut dalam diskusi dengan peserta Koordinasi dan Konsolidasi Kerja di Hotel Ibis, Senin (23/2/2015). Menurut Danar, dalam beberapa kegiatan pihaknya akan mengajak para seniman dan budayawan tersebut untuk terlibat secara maksimal.
"Mungkin tidak semua seniman, sastrawan, atau budayawan yang ada di Riau terlibat, tetapi kami akan mencoba memaksimalkannya," ujar Danardana ketika memaparkan program kerja BBPR di depan peserta.
Menanggapi hal tersebut, sastrawan Taufik Ikram Jamil meminta BBPR untuk lebih banyak memberikan porsi programnya pada penciptaan karya sastra. Dia melihat dalam program yang dapaparkan olek Kepala BBPR belum maksimal karena penekanannya masih banyak di bidang lain.
"Misalnya, tidak ada salahnya kalau Balai Bahasa membiayai sastrawan untuk mencipta karya dengan memberikan ruang dan anggaran kepada mereka. Misalnya si novelis di kirim ke tempat-tempat yang menginspirasi agar karya yang diciptakannya juga bagus," jelas penulis novel Gelombang Sunyi itu.
Tentang hal itu, Danardana mengatakan sangat menarik, tetapi jika tak terealisasi tahun ini, mungkin akan dianggarkan tahun-tahun berikutnya.
"Ide-ide seperti itu menarik. Jika tahun ini belum bisa, semoga bisa tahun-tahun berikutnya," jelas Danardana.
Seperti diberitakan sebelumnya, untuk membangun sinergi dengan pemangku kepentingan dan masyarakat, BBPR mengadakan kegiatan Koordinasi dan Konsolidasi Program Kerja.
Pihak Balai Bahasa Provinsi Riau berharap mendapat masukan dari berbagai pihak untuk peningkatan kualitas kegiatan mereka ke depan, sekaligus mengukur apakah peran lembaga itu bagi masyarakat Riau selama ini sudah dianggap penting atau belum.
"Intinya, kami ingin mendapatkan masukan dari berbagai lapisan masyarakat agar apa yang kami kerjakan berguna dan dianggap penting oleh masyarakat," kata Danardana.
Malam tadi acara ini dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prof Dr Mahsun MS. Dalam acara pembukaan itu sekaligus diadakan diskusi kebahasaan.
Dalam diskusi yang berlansung hangat tersebut telah dirancang program-program ke depan yang melibatkan kalangan sastrawan, budayawan, dan akademisi di Riau dengan Badan Bahasa.
"Silakan buat proposal secepatnya. Jika memang menarik, saya akan membantu," ujar Mahsun malam tadi.
(rdk/rpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Kemenag Buka Bantuan Pesantren Sampai 4 Oktober 2021, Ini Syaratnya
-
Pendidikan
Surat Domisili Tidak Berlaku untuk Sistem Zonasi PPDB di Pekanbaru
-
Pendidikan
Legislator Riau Canangkan Program Pendidikan Gratis SMA se-derajat
-
Pendidikan
10 Cara Siasati Biaya Sekolah yang Makin Mahal
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Terlibat Narkoba, Polisi Tangkap Seorang ASN Pemprov Riau di Jakarta

