Bupati Bengkalis Resmikan Tiga Sekolah Negeri

Selasa, 24 September 2013 16:30 WIB

BENGKALIS, RIAUHEADLINE.COM- Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh secara langsung meresmikan tiga sekolahan menjadi status negeri. Adapun sekolahan yang diresmikan menjadi negeri itu diantaranya, SD Sungai Cingam kini berubah menjadi SDN 30, SMA Bina Bhakti Teluk Lecah kini berubah status menjadi SMA Negeri 3 Rupat dan yang terakhir SMA Tanjung Kapal berubah menjadi SMAN 4. Kegiatan peresmian sekolah dilaksanakan di Teluk Lecah, Selasa (24/9/13).

Bupati Bengkalis sebelum meresmikan tiga sekolah tersebut dalam sambutanya mengatakan, dengan diresmikannya sekolah ini bisa menjadi sara pendukung dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkalis. Perubahan status dari sekolah swasta dan lokal jauh menjadi sekolah negeri merupakan salah satu komitmen pemerintah kabupaten Bengkalis, untuk memajukan sektor pendidikan di negeri junjungan, khususnya di kecamatan Rupat ini. 

"Kita patut bersyukur, karena pada hari ini telah dilakukan peresmian SD Negeri 30 Sungai cingam, SMAN 3 dan SMA Negeri 4 Kecamatan Rupat. Mudah-mudahan ini menjadi momentum bersejarah, karena hari ini juga merupakan bagian dari penjabaran grand strategi enam jaminan, tepatnya pada poin kedua, yakni jaminan pelayanan pendidikan dalam rangka mewujudkan wajib belajar 12 tahun," ungkap Herliyan Saleh.

Tak lupa pula Herliyan mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada para perintis dan pendiri SD Lokal Jauh Sungai Cingam, SMA Swasta Bina Bhakti Teluk Lecah dan SMA Swasta Tanjung Kapal, yang secara gigih, sabar dan penuh ikhlas berjuang mendirikan sekolah demi memajukan dunia pendidikan di Pulau Rupat.
Herliyan menyakini, saat pertama kali mendirikan ketiga sekolah tersebut, banyak tantangan dan cobaan yang harus dihadapi oleh para perintis.

"Berkat perjuangan  para perintis dan pendiri sekolah serta dukungan masyarakat, akhirnya tiga sekolah tersebut pada hari ini berubah dari sekolah swasta dan kelas jauh menjadi sekolah negeri. Perubahan status negeri ketiga sekolah ini, merupakan hasil dari kerja keras dan perjuangan bapak-bapak dan ibu-ibu yang secara ikhlas menyumbangkan tenaga, pikiran dan bahkan harta demi mendirikan sekolah di kecamatan Rupat," ucapnya.

Ditegaskan Bupati, Pemkab terus berupaya memajukan dunia pendidikan bagi generasi muda di daerah ini. Mengingat pembangunan pendidikan merupakan sebuah modal atau investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah ini. Karena itulah, pembangunan suatu daerah tidak akan berjalan baik dan lancar jika pendidikan belum baik, sehingga memperbaiki kualitas pendidikan menjadi prioritas utama. 

"Atas dasar itu, Pemkab Bengkalis terus berupaya mengalokasikan anggaran perbaikan maupun pembangunan gedung sekolah yang ada. Seperti diketahui bersama, maju mundurnya pendidikan tidak bisa hanya diletakkan pada pundak pemerintah semata. namun harus dilakukan bersama-sama, baik itu dari peserta didik, guru, orang tua dan masyarakat juga harus ambil bagian secara aktif," jelas Herliyan Saleh.

Masih kata dia, dengan tanggungjawab itu masyarakat diharapkan berpartisipasi memberikan pemikiran bagaimana seharusnya dan ke mana arah pendidkan untuk anak-anak kita di masa datang, serta bagaimana sistem yang telah dibangun agar terlaksana secara efektif dan dapat menjawab kebutuhan pembangunan serta memberikan kontribusi dalam mewujudkan berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan.

"Sebagai bagian dari pembangunan di daerah ini, partisipasi masyarakat memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan dunia pendidikan, serta menjaga keberlangsungan pembangunan secara keseluruhan. Setelah penetapan status negeri kepada tiga sekolah ini, berarti tanggungjawab kita semakin besar untuk membenahi kualitas pendidikan di daerah ini," ingat Herliyan. 

Karena menurut dia, salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mendukung keberadaan sekolahan ini harus melalui pemenuhan tenaga pendidik, sarana dan fasilitas pendukung, seperti laboratorium dan fasilitas lainnya. Terkait persoalan ini, pihaknya bakal mengintruksikan kepada Kadisdik Bengkalis, untuk mendata kebutuhan guru dan fasilitas yang dibutuhkan kepada tiga sekolah ini.

"Insya-allah dalam waktu dekat ini, masalah kekurangan tenaga pendidikan sudah bisa teratasi. sehingga penetapan status negeri ini dapat diimbangi dengan keberadaan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Sedangkan,pembangunan fasilitas dan sarana sekolah tidak semata-mata untuk menciptakan sekolah yang nyaman dan berkualitas, sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas," jelasnya. 

Namun pada dasarnya, kata Herliyan, yang lebih penting adalah penambahan sarana fasilitas sekolah ini harus diimbangi dengan semangat yang kuat oleh seluruh warga sekolah untuk memajukan mutu dunia pendidikan bagi anak-anak. Dengan demikian, tentunya semua elemen harus berupaya meningkatkan pembangunan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas dan berakhlakul karimah. 

"Untuk mencapai sasaran itu, setiap tahun terus dilakukan pembangunan gedung sekolah baru dan penambahan ruang belajar serta peningkatkan kompetensi tenaga pendidikan. Saat ini kita tengah di hadapkan dengan berbagai pengaruh globalisasi, seperti kenakalan remaja, pengaruh narkoba dan pergaulan bebas. Untuk itu pentingnya pendidikan agama dan moral, sebagai upaya untuk menangkal kemerosotan moral yang melanda para generasi muda," katanya.

Lanjut Herliyan, Pemkab juga mencanangkan program tadarus Alquran sebelum proses belajar mengajar dimulai, khusus bagi pelajar beragama Islam. Diharapkannya, pihak sekolah sudah mulai melaksanakan program tadarus sebelum proses belajar mengajar pada tahun ini. Bahkan kata dia, sejumlah sekolah sudah melaksanakan program membaca surat Yasin setiap pagi Jumat.

"Disamping itu, kita mencanangkan program budaya maghrib mengaji dan satu jam tanpa televisi. kita menghimbau kepada seluruh umat islam di kabupaten bengkalis untuk membiasakan membaca al quran dan tanpa menonton televisi selama satu jam. Program ini harus menjadi perhatian serius mengingat sebagian dari orang tua cenderung kurang memperhatikan kegiatan anak-anaknya," jelasnya. 

Bahkan, kata dia, kerap kali orang tua di waktu maghrib justru memberikan contoh yang tidak baik dengan menonton sinetron atau melakukan hal-hal yang tidak mengandung nilai pendidikan keagamaan sama sekali. padahal, jika masyarakat dapat membiasakan diri dengan mengaji satu jam setelah salat maghrib, banyak yang bisa diambil manfaatnya. selain hati tenang, juga bisa menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang oleh agama.

"Saya mengajak para orang tua agar mendorong generasi muda di kecamatan rupat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. apalagi kita sudah mempunyai perguruan tinggi negeri dan swasta di kota bengkalis. untuk perguruan tinggi, kita sudah memiliki dua perguruan tinggi, yakni politeknik negeri Bengkalis dan akademi komunitas negeri Bengkalis," pungkasnya.

Setelah menyampaikan panjang lebar sambutannya, sebagai simbolik Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh membukan tirai peresmian SMA Negeri 3 Rupat dan dilanjutkan dengan penandatanganan batu prasasti yang disaksikan sejumlah tokoh masyarakat perintis sekolahan, serta para tamu undangan dari unsur Pemkab Bengkalis dan Forkompinda Bengkalis.***(rls/ias)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pendidikan
Komentar