• Home
  • Pendidikan
  • Disdik Riau Distribusikan Soal UN dan Dikawal Ketat Polisi

Disdik Riau Distribusikan Soal UN dan Dikawal Ketat Polisi

Minggu, 29 Maret 2015 14:55 WIB
PEKANBARU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau, telah menyalurkan soal Ujian Nasional (UN) ke Kabupaten/Kota, Minggu pagi (29/3/2015). 

Pasca telah melakukan serah terima naskah soal UN tahun 2015 Disdikbud dari salah satu percetakan di Riau, naskah tersebut didistribusikan ke 13 titik di Kabupaten/Kota hingga hari Selasa (31/3/2015).

Demikian diungkapkan oleh Sekretaris Disdikbud, Asrizal, Minggu (29/3/2015). Ia juga menuturkan, khususnya titik pendistribusian ada 13 titik di 12 kabupaten/kota serta bagi kabupaten yang terjauh, yakni Tembilahan Inhil, Meranti, Bengkalis, dan Rohil ditambah satu di Kecamatan Mandau Duri, karena jaraknya sangat jauh dari ibukota Bengkalis.

"Pendistribusian soal UN kita utamakan daerah yang jauh dulu. Kemudian di hari terakhir baru daerah terdekat. Sebab kita harus mengantisipasi soal sampai di sekolah, supaya saat pelaksanaan UN tidak terganggu,"ujar Asrizal.

Pendistribusian soal UN, kata Asrizal juga dikawal ketat oleh Polisi, sehingga tingkatkan keamanan soal terjaga dengan baik sampai tujuan. "Dan di tempat penyimpanan sampai ke sekolah juga dijaga ketat oleh Polisi,"sebutnya.

Asrizal juga menargetkan nilai UN nanti yakni 99.99, sementara nilai rata-rata UN tahun 2014 yaitu 99, 97. Hal ini terkendala akibat salah pengiriman soal di Kabupaten Meranti. Dimana soal SMK diberikan ke SMA dan begitu juga sebaliknya.

Namun sekarang, kesalahan itu sudah kita evaluasi dengan baik. Sebelum dikirim, soal UN sudah diperiksa begitu baik oleh panitia penyelenggara UN dan dibantu oleh Pusdiklat Pusat.

Selain itu, hari ini, Sabtu (29/3/2015), seluruh Disdik kabupaten/kota juga dilakukan pelatihan oleh Puspendik pusat. Tentang bagaimana pelaksanaan UN yang baik, supaya Disdik bisa memberikan pelatihan juga terhadap seluruh kepala sekolah didaerah masing masing.

"Untuk meningkatkan nilai, kita sudah melakukan persiapan begitu matang, "paparnya.

Karena pihaknya  telah mengevaluasi dari kesalahan tahun lalu. Sementara peserta UN baik pengguna sistem CBT maupun PBT sudah dilakukan try out dengan baik, supaya mereka juga siap melaksanakan UN nanti," terangnya.

Sementara itu, Kepala Ombudsman Riau, Ahmad Fitri mengaku, pelaksanaan UN menggunakan CBT memang baru pertama kali dilakukan di Riau. Berkaca kepada ujian PNS, bahwa tingkat kecurangan sangat jarang. Karena peserta bisa bertanya dan melihat langsung kepada CBT.

"Untuk itu diharapkan, pelaksanaan UN baik sistem CBT maupun PBT dapat berjalan dengan baik. Ombudsman tetap akan mengawal pelaksanaan UN sampai selesai," kata Ahmad, di sela-sela pemindahan naskah soal UN di Disdikbud Riau.

Sekedar informasi, peserta UN akan diikuti SMA/MA 50.397 SMK 23.047 dan SMP/MTs 101.489.

(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pendidikan
Komentar