Diskanlut Rohil: Nelayan Miliki Armada Berteknologi Canggih di 2020
Minggu, 29 Maret 2015 14:58 WIB
ROKAN HILIR - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Rohil saat ini telah memprogramkan berbagai bantuan untuk mensejahterakan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan.
Salah satu program itu yakni memberikan bantuan Kapal 1 GT dan 3 GT kepada nelayan yang masih melaut dengan menggunakan armada sampan dayung atau lebih dikenal dengan Sampan Lopap.
Untuk mewujudkan hal ini, Diskanlut memanfaatkan Anggaran Patroli melakukan Pengawasan dari penjarah ikan (Ilegal Fishing), karena anggaran untuk melakukan Patroli satu kali turunnya memakan anggaran sebesar Rp20 juta.
"Nah, tentunya anggaran sebesar itu mampu memberikan 1 Unit Kapal berteknologi canggih yang dilengkapi Alat pendeteksi Ikan (Fish Finder) untuk satu orang Nelayan,"kata Plt.Diskanlut Rohil,M.Amin, Sabtu (28/3/2015) di ruang kerja.
Dengan pengurangan melakukan patroli, maka para nelayan yang masih menggunakan Armada Sampan Dayung akan terbantu. Saat ini Nelayan Rohil yang masih menggunakan armada sampan dayung dalam melaut berjumlah sebanyak 200 orang.
"Untuk itu kita berharap dengan mengurangi melakukan Patroli, anggaran yang ada akan diberikan kepada nelayan secara bertahap dengan harapan pada tahun 2020 mendatang para nelayan kita sudah memiliki Armada yang dilengkapi teknologi canggih,"tutur Amin.
Dijelaskan, kalau Nelayan kita telah memiliki Armada yang canggih, maka para penjarah ikan yang ingin masuk ke perairan Rokan Hilir akan berpikir panjang.
"Selama ini anggaran banyak terbuang sia-sia untuk melakukan patroli, sementara hasilnya tidak memuaskan. Saat tim turun ke lokasi, para penjarah ikan tersebut sudah kabur, nah ini tentunya kerja yang tidak bermanfaat yang hanya menghabiskan anggaran. Saya berpikir alangkah baiknya anggaran itu kita berikan kepada nelayan berbentuk bantuan peralatan tangkap ikan dan lain sebaginya,"ujar Amin.
Selain itu,Diskanlut juga akan membenahi pasar untuk penjual ikan yang ada, sehingga para nelayan kita tidak lagi menjual hasilnya keluar. Dengan pasar yang ada, maka para nelayan itu bisa menjual kan hasil tangkapnya.
(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Maritim
Ratusan Alumni Akademi Martim Indonesia Medan di Dumai Gelar Bukber
-
Maritim
Politeknik Negeri Bengkalis Resmi Miliki Kampus Jurusan Maritim
-
Maritim
Sukseskan Poros Maritim, Dumai Bakal Dapat Anggaran dari Pusat
-
Maritim
Nelayan Meranti Kecewa Pelatihan Pengoperasian Alat Tangkap Gill Net Ditunda
-
Maritim
Industri Maritim Diuntungkan Fasilitas LNG Blok Masela
-
Maritim
Panglima Koarmabar Klaim Situasi Laut Indonesia Masih Aman

