- Home
- Pendidikan
- Diskominfo dan PDE Provinsi Riau Gelar Edukasi Internet Sehat di Rohil
Diskominfo dan PDE Provinsi Riau Gelar Edukasi Internet Sehat di Rohil
Selasa, 25 November 2014 14:35 WIB
BAGANSIAPIAPI : Dinas Komunikasi Informatika dan Pengelolaan Data Elektronik (Diskominfo dan PDE) Provinsi Riau menggelar Edukasi Internet Sehat, Aman, Cerdas, Kreatif, Produktif dan Bahaya Narkoba Menuju Masyarakat Bermartabat di Rokan Hilir.
Edukasi dibuka secara resmi Kepala Dishubkominfo Rohil, Mukhtar Lutvie, diikuti, ratusan peserta dari sembilan sekolah se-Kecamatan Bangko.
Edukasi dilaksanakan, Selasa (25/11/14) di Hotel Lion, Bagansiapiapi, Mukhtar Lutvie membacakan sambutan tertulis, Kepala Diskominfo dan PDE Provinsi Riau, Ahmad Harofi.
Dalam sambutannya disebutkan, Indonesia menjadi negara ke delapan, sebagai pengakses internet tertinggi di dunia, dengan 84 juta pengguna internet, triwulan pertama, tahun 2014. Dimana, 80 persen dari jumlah tersebut, para remaja, berusia, 15-18 tahun.
"Tidak dipungkiri, penggunaan internet juga menimbulkan dampak yang mengkhawatirkan, mulai dari pornografi, kasus penipuan, dan semua, bermula dari dunia maya," katanya.
Semua masalah tersebut, harus mendapat penanganan serius, dampak internet, dapat diminimalkan.
"Yang perlu menjadi perhatian kita, dilarang didunia nyata, juga dilarang didunia maya, dilarang menghina didunia nyata, begitupun didunian maya," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Rokan HIlir, Amiruddin mengapresiasi edukasi yang dilaksanakan Diskominfo dan PDE Provinsi Riau.
"Diharapkan ada pencerahanlah kepada siswa-siswa kita Rokan HIlir, berkaitan dengan efek yang berbahaya, dari penggunaan internet yang tidak benar, maupun penyalahgunaan narkoba. Kita dukung dan apresiasi," kata Amiruddin ketika diwawancara usai acara pembukaan.
Amiruddin juga menghimbau kepada siswa, untuk fokus belajar dan silahkan menggunakan internet.
"Silahkan menggunakan internet, untuk keperluan positif, mengakses internet seluas-luasnya, kalau itu berkaitan dengan cara untuk mendukung, proses belajar, atau menambah ilmu pengetahuan pelajar," katanya.
"Semua itu dalam rangka mendapatkan pelajaran yang kompetensi dibidangnya, baik kompetensi untuk penguasaan pengetahuannya, kemampuannya, maupun, potensi terhadap sikap positif yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.
(jar/jar)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Kemenag Buka Bantuan Pesantren Sampai 4 Oktober 2021, Ini Syaratnya
-
Pendidikan
Surat Domisili Tidak Berlaku untuk Sistem Zonasi PPDB di Pekanbaru
-
Pendidikan
Legislator Riau Canangkan Program Pendidikan Gratis SMA se-derajat
-
Pendidikan
10 Cara Siasati Biaya Sekolah yang Makin Mahal
-
Pendidikan
Pelajar SDN 002 Bantayan Dapat Sosialisasi Bahaya Narkoba
-
Pendidikan
Kantor PDE Meranti Salurkan 101 Rak Buku ke Desa

