• Home
  • Pendidikan
  • Kadisdik Dumai: Rakor Karhutla Didapati Putusan Liburkan Sekolah

Kadisdik Dumai: Rakor Karhutla Didapati Putusan Liburkan Sekolah

Kamis, 01 Oktober 2015 20:13 WIB
DUMAI - Menanggapi dan menyiasati bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kian pekat bagi dunia pendidikan, Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Dumai sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) bersama Pemerintah Provinsi Riau di Kota Pekanbaru.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Syaari, dari hasil Rakor tersebut didapati beberapa putusan yang dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam meliburkan siswa bagi daerah yang terkena dampak dari bencana kabut asap.

"Beberapa putusan tersebut diantaranya ialah bagi Kabupaten/Kota yang daerahnya terkena dampak kabut asap yang cukup pekat diberi wewenang untuk meliburkan siswa dengan catatan siswa harus diberi tugas rumah agar tak ketinggalan pelajaran," katanya, Kamis (1/10). 

Sementara itu, kata dia, Pemerintah Pusat juga memberi pelimpahan kebijakan bagi masing-masing Kabupaten/Kota untuk menentukan kebijakannya masing-masing untuk melakukan tindakan selama kabut asap muncul dan menyelimuti wilayahnya.

Mengembangkan pelimpahan kebijakan tersebut, lanjut Syaari, saat ini telah berkembang usulan semacam penambahan jam belajar guna mengejar ketertinggalan materi pembelajaran yang terjadi akibat libur panjang bencana kabut asap.

"Untuk saat ini, putusan pengembangan kebijakan tersebut rencananya akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Dumai dengan cara melakukan penambahan jam belajar pada saat libur semester mendatang. Hal tersebut terpaksa dilakukan guna mengganti banyaknya kekurangan jam belajar akibat bencana kabut asap saat ini," terangnya.

Menurut Sya'ari, mengganti libur semester menjadi penambahan jam belajar dianggap sangatlah efektif dan efesien. Hal tersebut mengingat pelajar Kota Dumai baik tingkat SD, SMP hingga SMA telah jauh tertinggal materi pembelajaran. Sementara pemberian tugas ataupun pekerjaan rumah hanyalah dianggap sebagai sebuah alternatif sementara.

"Namun sejauh ini, kendati wewenang pengambilan putusan kebijakan tersebut telah dilimpahkan dari Pemerintah Provinsi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota, namun usulan perkembangan putusan dengan melakukan penambahan jam belajar dengan memanfaatkan libur semester belum disahkan. Mengingat hal tersebut masih harus melalui berbagai macam proses pertimbangan dan kesepakatan," ungkapnya.

Namun, sesuai pantauan dilapangan, mendapati bahwa libur panjang akibat bencana kabut asap ini kerap kali dimanfaatkan para pelajar dengan bermain diluar rumah dan diwarnet-warnet serta arena bermain lainnya.

Menjawab tudingan tersebut, Sya'ari mengatakan bahwa ketika siswa yang telah berada diluar sekolah atau ketika diliburkan, mereka bukanlah lagi menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan ataupun pihak Sekolah tempat dimana Ia belajar. "Melainkan telah menjadi tanggung jawab keluarga khususnya orangtua dan tanggung jawab masyarakat sebagai kontrol sosial," pungkasnya.

Sementara itu, secara terpisah PLT Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam kunjungan kerjanya ke Kota Dumai menghimbau agar libur sementara akibat bencana kabut asap yang terjadi saat ini tidak disalahgunakan oleh seluruh siswa.

"Pasalnya libur ini bukanlah libur yang diperuntukkan bagi siswa agar dapat bermain dan berekreasi, melainkan libur akibat mengingat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Provinsi Riau khususnya Kota Dumai yang telah berada dilevel 300 PSI bahkan sempat menyentuh level 500 PSI hingga lebih. Sehingga dihimbau kepada seluruh siswa agar dapat tetap belajar dirumah dan tidak bermain diluar rumah agar tak ketinggalan materi pembelajaran serta tetap terjaganya kesehatan," tegasnya.

Tak hanya itu, Arsyadjuliandi Rachman juga menghimbau kepada seluruh Kepala Sekolah untuk mengingatkan para Bapak/Ibu guru untuk dapat memberikan tugas ataupun pekerjaan bagi para siswa. "Hal ini sangat penting dilakukan agar siswa tak ketinggalan pelajaran," tutupnya. 

(via/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Karhutla
Komentar