• Home
  • Pendidikan
  • Kadisdik Inhu: Penempatan Guru Disesuaikan dengan Kebutuhan

Kadisdik Inhu: Penempatan Guru Disesuaikan dengan Kebutuhan

Minggu, 22 Maret 2015 18:45 WIB
RENGAT - Permasalahan mutasi dan penempatan guru akhir-akhir ini menjadi sorotan di berbagai kalangan. Sehingga perlu dicarikan solusi agar kedepannya tidak ada permasalahan lagi.

Salah satu langkah yang akan dilakukan dimulai dari awal penerimaan guru yang akan disesuaikan dengan rayon serta kebutuhan. Sehingga tidak ada alasan lagi dalam penempatan setelah dinyatakan lulus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CNS).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Inhu Ujang Sudrajat, Sabtu (21/3/2015). Ia mengakui bahwa mutasi guru selama ini selalu menjadi permasalahan tersendiri terutama sekali dalam kebutuhan. 

"Misalnya saja ada sebuah sekolah yang sudah mempunyai guru yang cukup, tiba-tiba masuk lagi guru baru demikian sebaliknya ada juga sekolah yang hanya memiliki dua guru PNS," ujarnya. 
 
Dijelaskan Ujang di berbagai sekolah yang ada di Inhu masih banyak kekurangan guru terutama sekali daerah sulit. Namun demikian banyak guru yang sudah lulus enggan ditempatkan di daerah tersebut dan malah memilih di perkotaan yang gurunya sudah menumpuk.

"Kalaupun ada yang bersedia ditempatkan di daerah sulit tidak bisa bertahan lama. Dengan berbagai alasan meminta untuk dipindahkan ke daerah perkotaan sehingga sekolah yang ditinggalkan akan kekurangan guru lagi," jelas Ujang.

Lebih jauh Ujang memaparkan kedepannya apabila sistem rayon dan juga kebutuhan suatu sekolah dalam penerimaan guru dapat didukung semua pihak makan sedikit demi sedikit permasalahan penempatan guru dapat diatasi. Tidak ada alasan lagi menolak atau minta dipindahkan ke sekolah lain dengan alasan apapun.

"Teknisnya mungkin akan disampaikan bahwa sekolah A misalnya masih kekurangan guru enam orang dengan mata berbagai mata pelajaran. Tentunya calon guru yang akan melamar sudah punya pedoman, termasuk juga domisilinya sejak awal sudah dipikirkannya," ungkapnya. 

Permasalahan memutasi guru yang sudah lama bertugas menurut Ujang salah satunya domisili tempat tinggal. Sebab belum ada sekolah di Inhu yang memiliki rumah untuk menampung semua guru tentunya domisli yang jauh dari sekolah dapat mengganggu kinerja guru dan juga jam pelajaran siswa.

(rdk/adi/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pendidikan
Komentar