- Home
- Pendidikan
- Demo Ribuan Guru Soal Dana Sertifikasi Nyaris Ricuh di Kuansing
Demo Ribuan Guru Soal Dana Sertifikasi Nyaris Ricuh di Kuansing
Rabu, 11 Januari 2017 19:34 WIB
KUANSING - Sekda Kuansing, Muharman nyaris dilempari masa pendemo saat aksi unjuk rasa ribuan guru penerima sertifikasi, Rabu(11/1/17) siang. Pasalnya, ribuan guru kurang merasa puas dengan jawaban Sekda Muharman terkait raibnya dana sertifikasi selama ini.
Muharman dalam kesempatan itu, diminta oleh masa pendemo untuk menjelaskan kemana dana sertifikasi selama ini digunakan. "Jika dikuatkan ke jembatan tolong tunjukin ke kami dimana jembatan itu, biar kami segel sekarang juga. Jika digunakan untuk membangun gedung, tunjukin juga ke kami, biar kami segel," teriak guru.
Lain yang ditanya, lain yang dijawab. Sekda Muharman malah memberikan pernyataan kepada ribuan guru bahwasanya, dana sertifikasi guru yang belum dibayarkan itu akan dianggarkan pada APBD 2017 mendatang.
Mendengar jawaban Sekda Muharman tersebut, kontan saja beberapa orang dari ibu guru merinngsek maju kedepan dan hendak melempari Sekda Muharman. Beruntung Polisi Wanita (Polwan) yang siaga didepan barisan ibu-ibu tersebut sigap menghalangi.
Meskipun nyaris terjadi keonaran, namun Sekda Muharman tetap bersemangat menjelaskan permasalahan tersebut kepada rombongan pendemo. "Coba tenang dulu, dengarkan saya bicara, jika kalian tidak tenang saya akan berhenti berbicara," ujar Sekda dengan nada sedikit emosi.
Dalam penjelasan itu, Sekda Muharman mengakui, ada kelebihan transperan dana sertifikasi oleh pemerintah pusat sejak tahun 2011 hingga tahun 2015 lalu. Namun kelebihan itu masuk pada silfa tahun berikutnya.
"Memang ada kelebihan transferan dari tahun 2011 hingga 2015 lalu, dan kelebihan uang tersebut tentu sudah masuk ke Silfa. Lantas di Silfa itu tidak akan dijelaskan ini berasal dari uang mana dan untuk kegiatan yang mana," beber Sekda Muharman.
Kata Sekda Muharman, jika dana itu sudah masuk ke Silva tentunya uang tersebut akan digunakan pada tahun berikutnya. "Nah, mengenai uang sertifikasi guru yang telah dipakai itu, akan dianggarkan pada APBD Murni 2017 ini," jelas Sekda Muharman.
Dengan nada sedikit emosi, Sekda Muharman menampik tuduhan para pendemo, jika uang sertifikasi itu digunakan untuk kepentingan pribadi. "Saya ini berasal dari guru, sama dengan saudara saudara sekalian, tak mungkin saya akan membohongi para guru. Saya minta guru-guru jangan mau dibodoh bodohi oleh orang," harap Muharman.
Kendatipun Sekda Muharman telah memberikan jawaban dihadapan ribuan guru, namun mereka tidak percaya begitu saja. Bahkan, para guru menginginkan adanya kontrak yang ditandatangani oleh Sekda Muharman diatas matrei.
Pernyataan tersebut adalah merupakan bentuk jaminan dari Pemerintahan Kuansing bahwasanya uang sertifikasi mereka agar dibayarkan secepatnya dan paling lambat satu bulan setelah aksi.
"Kalau diminta membayar saya tak sanggup, tapi kalau diminta untuk memasukan dalam anggaran pada APBD 2017 ini saya akan berjuang sekuat tenaga," tutup Sekda Muharman.
(dio/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Gubernur Riau Sebut Kuansing Potensi Jadi Kawasan Pariwisata
-
Traveler
Pemkab Kuansing Upayakan Perbaikan Pengelolaan Objek Wisata
-
Politik
Pemkab Kuansing Usulkan Hutan Seluas 76.722,55 Hektar Masuk Holding Zone
-
Sosial
Pemkab Kuansing Raih WTP dari BPK RI untuk Keenam Kalinya
-
Traveler
Bupati Kuansing Buka Pacu Jalur Uji Coba di Tepian Teluk Bayur
-
Traveler
Bupati Kuansing Mursini Setujui Jadwal Festival Pacu Jalur 2017

