- Home
- Pendidikan
- Kepsek SMAN 2 Dumai Dinilai Arogan Berlakukan Kebijakan
Guru Datangi Wakil Rakyatnya,
Kepsek SMAN 2 Dumai Dinilai Arogan Berlakukan Kebijakan
Senin, 28 Oktober 2013 14:40 WIB
DUMAI - Para guru yang sehari-hari melakukan aktivitas mengajar di SMA Negeri 2 Dumai, Senin (28/10/13) mendatangi Kantor DPRD Dumai. Kedatangan mereka ke lembaga wakil rakyat untuk mengadukan sikap arogan dan intimidasi Kepala SMA Negeri 2 Dumai, Evi Suryani terhadap guru pengajar di sekolahan itu.
Kedatangan guru SMA Negeri 2 Dumai, secara langsung disambut Ketua Komisi I DPRD Dumai, Timo Kipda dan kegiatan hearing dilaksanakan di Ruang Melati, kantor DPRD Dumai. Adapun anggota dewan yang menyambut para guru itu, Anggota Komisi I Darwis Jon Fikar,Drs Amrizal,Kahirul Saleh,Salman, dan Hj Ony Chairunnisa.
Selaku Koordinator guru SMA Negeri 2 Dumai, Manda Mardalena, didampingi sejumlah guru lainnya menyampaikan beberapa point aspirasi yang selama ini pelanggaran kebijakan yang semena-mena dibuat oleh Kepala Sekolah SMAN 2 selama ini.
"Selama ini kepala sekolah melakukan ancaman mutasi, dan juga sistem pembagian jadwal belajar tidak sesuai prosedur, serta pengangkatan guru secara semena-mena terutama honorer," ungkap Mardalena kepada anggota DPRD Dumai.
Tidak itu saja, kepala sekolah SMA Negeri 2 Dumai, juga melayangkan ancaman kepada para guru yang ikut berdemo. Ancaman itu bunyinya, bagi guru yang menentang matahari nanti akan menerima ganjaran mutasi. Karena, dirinya menganggap sebagai penguasa pendidikan tertinggi di Kota Dumai.
Mendengar masukkan dari guru-guru tersebut, anggota Komisi I Khairul mengecam keras atas pernyataan ancaman yang dilontarkan oleh Kepala Sekolah Dra Evi Suryani menganggap dirinya Matahari Penguasa tertinggi saat ini bisa mampu memberikan kebijakan terhadap guru.
Salah satu guru Azwar Jas juga memberikan visual rekaman ancaman pernyataan yang disampaikan selama ini Kepala Sekolah SMAN 2, terhadap para guru yang melanggar peraturan otoriter yang dibuatnya akan diberikan sangsi tegas.
Sedangkan Ketua Komisi I DPRD Dumai, Timo Kipda mengaku akan segera membahas persoalan yang sedang dialami oleh guru-guru. Pihaknya juga akan segera mendudukan masalah ini dengan instansi terkait. "Kita tampung laporan ini, dan segera kita bahas," katanya.
Wakil Ketua DPRD Zainal Abidin mengatakan dalam hal ini, nantinya akan dilakukan proses evaluasi dan penegasan terhadap sikap kepala sekolah ini. "Kita sudah menerima laporan dari guru-guru ini, tentunya kita tindak lanjutinya proses kedepan," katanya.
Sementara para guru dalam aksi ini meminta kepada DPRD dapat melakuakan suatu tindakan dan penegasan terhadap oknum kepala sekolah ini kedepannya. Karena, menurut guru, yang lebih mencengangkan lagi soal kedudukan tenaga honorer menjadi wakil kelas.
Para guru juga menyampaikan yang mana saat ini Kadis Pendidikan merangkap jabatan jadi Ketua PGRI Kota Dumai.
Kemudian dalam menyikapi pertemuan ini, Kantor DPRD akan segera memanggil Pemko Dumai untuk melakukan evaluasi permasalahan antara kepala sekolah dan guru.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

