- Home
- Pendidikan
- Komite Sekolah: Rangsang Pesisir Butuh Guru Eksakta
Komite Sekolah: Rangsang Pesisir Butuh Guru Eksakta
Selasa, 21 Januari 2014 10:57 WIB
SELATPANJANG - Beberapa sekolah di Kecamatan Rangsang Pesisir masih banyak kekurangan guru, satu diantaranya adalah guru Eksakta seperti bidang studi matematika, fisika dan kimia.
Para orang tua murid dan Komite Sekolah berharap pemerintah untuk segera mengatasi permasalahan ini. Seperti yang dituturkan Warsiman dan Miswan, anggota Komite Sekolah di Kecamatan Rangsang pesisir dihadapan Dewan Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti saat menggelar Sosialisasi di Desa Sonde, belum lama ini.
"Kami selaku Komite Sekolah mendengarkan keluhan diantaranya dan prihatin dengan kondisi sekolah yang ada di desa kami, dimana saat ini kita masih kekurangan guru-guru eksakta seperti guru Matematika, fisika dan kimia," ungkap Warsiman, Komite SMA Negeri 3 Kedaburapat dihadapan Dewan Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti yang beberapa lalu mengunjungi Kecamatan Rangsang Pesisir.
Menurut dia, "Jika pun ada, itu tidak bisa berlangsung lama karena kebanyakan guru-guru ini segera mengajukan pindah. Padahal bidang eksakta sangat penting sekali sebagai penunjang bidang studi lainnya," tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Miswan, Komite SMA Negeri 4 Tanjung Kedabu. Menurut Miswan di SMAN 4 tersebut guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil cuma 1 orang, selebihnya adalah guru-guru honor.
"Permasalahan kami tidak jauh beda dengan yang disampaikan oleh bapak Warsiman. Kami juga mengalami hal yang kurang lebih sama. SMAN 4 memiliki 86 siswa, dan masih merasakan kekurangan guru professional, guru yang berstatus PNS cuma satu. Untuk menutupi kekurangan guru, kita menggunakan tenaga guru SMP," ungkap Miswan.
Menanggapi permasalahan komite sekolah tersebut, Dewan Pendidikan yang diketuai oleh Selamat Marino, SPd berjanji akan menyampaikan permasalahan tersebut untuk segera ditanggapi oleh pemkab kepulauan meranti.
"Masalah kekurangan tenaga guru di wilayah Rangsang Pesisir mestinya mendapat sorotan dari pemerintah daerah dan dinas pendidikan. Perlu ada kerjasama yang maksimal antara pemerintah daerah setempat dan instansi terkait," katanya.
Diharapkan ada langkah selektif untuk menyebarkan guru secara merata. Selain itu, bagi kita juga minta pemerintah bisa tegas terhadap guru PNS yang mengajukan pindah. Pemerintah harus terapkan aturan yang jelas bagi guru yang pindah. Misalnya dengan membuat surat pernyataan atau fakta integritas," ungkap Selamat.
Banyaknya guru yang pindah dari desa-desa terpencil, menurut Selamat ini akan berdampak terhadap penurunan kualitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Tidak hanya itu, pembangunan SDM pun menjadi terkendala.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

